Haul Abah Anang Diselimuti Kehangatan - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Haul Abah Anang Diselimuti Kehangatan

Diterbitkan

pada

MARTAPURA- Muhamad Fadhil Camali bin KH M Seman bin H Abdul Kholil ini adalah putera Tuan Guru K.H. Seman Kadir dan cucu keturunan ke-5 ulama besar Kalimantan K.H. Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari, pengarang kitab Sabillal Muhtadin.

Pria yang kerap disapa Abah Anang yang lahir di Martapura, 8 Desember 1936, tidak terasa sudah 6 tahun Mufti Kesultanan Banjar ini wafat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, haul beliau selalu diperingati dan yang menjadi tempat haulnya pun di Komplek Pangeran Antasari Martapura, di kubah pemakamannya. Untuk tahun ini haul Abah Anang diperingati pada Jumat (18/8) malam tadi.

Suasana hangat menyelimuti Komplek Pangeran Antasari Martapura dengan lantunan-lantunan syair Maulid Habsyi dalam kegiatan Haul yang ke-6 ini. Para jamaah yang datang pun hanyut dalam lantunan-lantunan syair yang dipanjatkan, walaupun cuaca sedikit gerimis kehangatan sangat dirasakan para jamaah yang datang untuk mengikuti haul ini.

Peringatan haul dimulai pada pukul 19.30 WITA dan dimulai dengan sholat isya berjamaah yang dilakukan di Kubah Beliau di Komplek Pangeran Antasari Martapura, para jamaah yang datang pun tidak hanya warga Kabupaten Banjar, mereka juga datang dari Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin.

Nuansa putih-putih pun juga tercipta di malam itu, terlihat dengan pakaian jamaah yang datang dengan memakai baju koko yang berwarna putih. Setelah selesai sholat berjamaah peringatan haul dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dilanjutkan dengan pembacaan surah Yaa siin yang dipimpin oleh Bupati Banjar KH. Khalilurrahman, setelah itu pembacaan Maulid Habsyi,doa, setelah berdoa peringatan dilanjutkan dengan syair-syair,nasyid dan yang terakhir tahlil disertai doa.

Tidak hanya Bupati Banjar yang berhadir pada peringatan haul ini, Sekda Banjar Nasrunsyah dan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) nya pun juga ikut berhadir, juga hadir di peringatan itu mantan Gubernur Kalimantan Selatan H.Rudi Arifin berserta anaknya yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI H.Aditya Mufti Arifin. Tidak berbeda dengan yang lain mereka juga khusuk mengikuti jalannya peringatan haul.

Dari pejabat-pejabat yang datang dan juga masyarakat biasa membuktikan bahwa Abah Anang pribadi yang menjadi panutan yaitu bergaul dengan siapapun dan apapun jabatannya. Banyak hal menarik pada diri Abah Anang, yang merupakan Keturunan ke-5 ulama besar Kalimantan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan ini.

KH. Djazouly Fadil C Seman bersama Syaikhuna al-Alim al-Allamah al-Arif billaah al-Bahr al-Ulum al-Waliy al-Qutb As-Syaikh al-Mukarram Maulana Muhammad Zaini bin Abdul Ghani

Tanda kemampuan beliau dibidang agama telah ditunjukan sejak usia belia saat dalam pangkuan sembari disusui ibunda tercinta, di samping beliau ada sang kakak yang sedang mengaji tiba tiba beliau berucap membenarkan bacaan Al Quran yang sedang dibaca kakaknya kala itu.

Dalam berguru agama, Abah Anang tidak saja sekolah ulama di Batavia, tapi juga banyak belajar dari habaib yang ada di Indonesia. Diantaranya Abdul Kadir, Ismail Khatib, termasuk Habib Muhammad bin Ali Al Habsyi dan Habib Abdul Rahman Al Habsyi. Jumat 14 Oktober 2011 pukul 10.00 Wita Abah Anang dipanggil kehadirat Allah SWT pada usia 74 tahun.(ham)

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan