Dicap ‘Tukang Kayu’, 22 Tahun Jurusan Kriya Kayu Sepi Peminat - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kanal

Dicap ‘Tukang Kayu’, 22 Tahun Jurusan Kriya Kayu Sepi Peminat

Diterbitkan

pada

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

BANJARBARU – Sejak 1995 hingga 2017, atau tepatnya 22 tahun Kriya Kayu menjadi salah satu jurusan di SMKN 1 Banjarbaru. Namun masih saja jurusan ini belum bisa menarik minat siswa sehingga terus kekurangan pendaftar murni.

Disamping kendala promosi, yang menjadi permasalahan berkembangnya jurusan ini adalah stereotype atau pandangan masyarakat dan siswa. Menurut guru Kriya Kayu SMKN 1 Banjarbaru, Drs M. Gazali, lulusan jurusan ini mestinya bisa kompetitif di tengah era pasar produksi.

”Kenapa siswa-siswa itu jadi kurang minatnya? Dikarenakan masih banyak pandangan masyarakat yang menganggap jurusan kriya kayu nantinya ketika lulus akan menjadi tukang atau tenaga kerja kasar. Padahal fleksibel saja, bahkan ada lulusan kami yang menjadi guru, pekerja tambang hingga perawat,” terang Gazali.

Walhasil, siswa-siswa yang berada dan belajar di jurusan kriya kayu, lanjut pria yang sudah bekerja di jurusan kriya kayu sejak tahun 1995 ini, sebagian besar adalah siswa-siswa ”pelarian” yang tidak diterima di jurusan lain di SMKN 1 Banjarbaru.

Keberadaan ”siswa pelarian” ini bisa berimbas pada motivasi dan semangat belajar mengajar menjadi menurun. Permasalahn ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan dan dicari solusinya.

Jurusan Kriya Kayu sebenarnya tidak terfokus hanya kepada satu jurusan seni saja. Jika nantinya siswa-siswa itu ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi (yang berbeda dari jurusan kriya kayu), selama berani dan mampu memenuhi persyaratan tentu akan diterima di pendidikan tinggi.

Untuk menghilangkan pandangan negatif masyarakat pada siswa jurusan ini, pihaknya selalu memberikan pembelajaran yang komunikatif dengan mengikuti perkembangan zaman (mendesain menggunakan komputer /laptop).

”Namun kendalanya kami masih kekurangan dalam hal pengadaan komputer itu. Sebenarnya Kriya Kayu ini dasarnya adalah seni, tidak bisa langsung dikategorikan sebagai jurusan para tukang. Jadi ada persamaan atau hubungannya antara seni dengan arsitektur. Misalnya mereka yang dari jurusan kriya kayu mendesain interior (furniture dan sebagainya, red), bisa berkolaborasi dengan arsitektur ruangan dan bangunan,” kata pria kelahiran 10 September 1965 ini.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan