Dengar Curhat Tunanetra ke Dinas Sosial - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kanal

Dengar Curhat Tunanetra ke Dinas Sosial

Diterbitkan

pada

BANJARBARU – Puluhan tunanetra anggota YKTN (Yayasan Kesejahteraan Tunanatra) Kalsel
mendatangi kantor Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Senin (4/9/17) pagi. Mereka curhat terkait
penertiban aparat beberapa waktu lalu soal kegiatan mengamen di SPBU. Jika tidak boleh, lalu
dimana menggantungkan hidup?

Sementara, sebagai penyandang tunanetra mereka tak memiliki keahlian khusus untuk bersaing di
sektor ekonomi formal dengan tenaga kerja lain. Pun kenyataannya juga jarang, perusahaan yang
mempekerjakan tenaga kerja berkebutuhan khusus seperti mereka. Alhasil dengan segala kendala,
menjadi pengamen di SPBU menjadi pilihan.

“Teman-teman kita yang mengamen itu mau diberhentikan ngamen di depan SPBU. Itukan otomatis
mereka tidak mau kalau tak ada jaminan solusinya. Bagaimana pendapatan nanti? Inikan ngamen
untuk biaya anak sekolah,” ujar Maskanah, istri dari Sigit Kurniawan yang merupakan anggota
YKTN.

Hal sama dikatakan Kasro yang juga anggota YKTN. Ia berharap solusi dari pemerintah dibandingkan
sekadar mengusir dari SPBU yang menjadi tempat mengais rezeki. “Saya tentu akan sangat menerima
ditertibkan, tetapi tentu tak akan berhenti jika belum ada solusi. Hidup seperti ini sebuah
keterpaksaan, panas-panasan dan hujan-hujanan demi nafkah keluarga” ungkapnya.

Dengan keahlian terbatas yang dimiliki, Kasro berharap pemerintah memikirkan mencari jalan keluar.
Sehingga tidak ada lagi tunanetra ngamen di SPBU karena semakin sedikit orang yang menggunakan
jasanya sebagai tukang pijat dengan makin banyaknya pusat pijat dan therapist.

Sebenarnya, ada cara yang bisa dilakukan dengan menjadikan mereka tukang pijat profesional
maupun penyanyi lagu khas banjar di sejumlah hotel atau restoran. Caranya? Ya melatih lalu
bekerjasama dengan pemilik hotel, restoran maupun rumah makan. Dengan demikian, nasib tunanetra pun terangkat, serta pemerintah pun bisa mempromosikan kekhasan daerah di bidang seni budaya melaluinya.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Banjarbaru, H M Husni,S.Sos
mengatakan, kedatangan anggota YKTN untuk mencari solusi bersama. “Kita ingin tunantera
dibikinkan klinik pijat yang dikelola secara bergiliran oleh anggota YKTN. Jadi kami hanya mencari
bahan masukan. Dalam rapat nanti, berharap ada perwakilan mereka yang ikut sehingga
pemecahannya kita usul ke WaliKota,” ujarnya.

Ya, semoga semua rencana menjadi nyata.***

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan