Candi Agung, Sebuah Saksi Peradaban Yang Menghilang - Kanal Kalimantan
Connect with us

Historia

Candi Agung, Sebuah Saksi Peradaban Yang Menghilang

Batu yang digunakan untuk mendirikan Candi ini pun masih terdapat di sana. Batunya sekilas mirip sekali dengan batu bata merah. Namun bila disentuh terdapat perbedaannya, lebih berat dan lebih kuat dari bata merah biasa.

Bagikan berita ini!

Diterbitkan

pada

Prev1 of 4
Use your ← → (arrow) keys to browse

Marwan Anshari
Penulis

Memanfaatkan masa libur Hari Raya Idul Adha, masyarakat ramai mendatangi tempat rekreasi. Sejumlah tempat wisata banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing. Sebagaimana yang terjadi di Candi Agung, Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Salah satu peninggalan dari silsilah kerajaan Banjar ini, menyimpan banyak benda-benda kuno dan lokasi yang bersejarah untuk dikunjungi. Terlihat ratusan pengunjung silih berganti datang ke wilayah tersebut.

Salah seorang mahasiswa semester 2 Program Studi Ilmu Sejarah dari Kota Banjarmasin, Amin, jauh-jauh datang ke Amuntai bukan hanya sekedar rekreasi dan mengunjungi sanak keluarga, tetapi juga mempelajari sumber yang dapat dipercaya mengenai keberadaan Candi Agung.

“Biasanya, kan, saya cuma membaca dari buku ataupun browsing di internet. Kali ini saya berusaha langsung melakukan peninjauan ke lokasi bersejarah. Dan hasilnya hasilnya memang tidak terlalu jauh dari beberapa buku dan artikel yang saya baca,” katanya.

Pengelola Kawasan Wisata Candi Agung, Firly (28), memaparkan, di musim liburan selalu dipadati para pengunjung. Jika hari biasa hanya berjumlah 50 orang saja, saat kunjungan libur hari raya diperkirakan mencapai 2.000- hingga 3.000 orang per hari.

“Banyak masyarakat yang berkunjung cuma rekreasi keluarga, ada juga yang sekedar berfoto, dan ada juga yang bernazar memperoleh sesuatu akan berkunjung ke Candi. Serta ada pula yang masih keturunan candi sehingga apabila ada sanak keluarganya yang lahir harus segera di bawa ke candi,” bebernya.

Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang Religio Magis, artinya masih percaya dengan hal-hal yang berbau mistis sehingga keingintahuan masyarakat sangat antusias ketika berkunjung ke Candi Agung.

Haniah (58) pengunjung dari Tanjung, Kabupaten Tabalong, mengaku sengaja datang untuk berziarah dan rekreasi bersama keluarga. “Kebetulan momen yang tepat saat libur panjang untuk mengisi waktu luang serta lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami,” katanya.

Dalam Kawasan Wisata Candi Agung juga terdapat museum untuk umum, Telaga Darah, Pemandian Putri Junjung Buih, Pertapaan Pangeran Suryanata, Dermaga, dan Candi Agung, yang masing-masingnya memunyai riwayat sejarah dalam peninggalan Kerajaan Negara Dipa.

Prev1 of 4
Use your ← → (arrow) keys to browse

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan