Connect with us

Kanal

Bupati Batola Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Diterbitkan

pada

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 memberi makna tersendiri bagi Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS. Pasalnya di puncak peringatan yang digelar secara virtual, Sabtu (28/11/2020), ia mendapatkan anugerah Dwija Praja Nugraha.

Penghargaan diberikan kepada kepala daerah wanita satu-satunya di Kalsel ini karena dinilai memiliki perhatian dan komitmen sangat tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru serta PGRI.

Anugerah diberikan berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi yang dilakukan Pengurus Besar PGRI dan berdasarkan usulan dari Pengurus PGRI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) serta Kabupaten Barito Kuala.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan terutama bagi PGRI Batola dan Provinsi yang telah mengusulkan sehingga tahun 2020 ini kita juga mendapatkan kesempatan,” ucapnya usai mengikuti upacara secara virtual di ruang Monitoring Center Setara Network, Diskominfo Batola.
Noormiliyani mengharapkan, anugerah yang diraih di samping semakin membawa kebaikan terhadap dunia pendidikan serta lebih memotivasi para pengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.



“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi tapi juga buat guru-guru pengajar terutama yang berada di daerah terpencil,” paparnya sembari mengharapkan kesadaran para pengajar bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batola, Sumarji menyatakan, terlepas adanya usulan PGRI Batola dan Provinsi Kalsel, penghargaan yang diberikan kepada Bupati Hj Noormiliyani AS sangat layak karena memiliki kepedulian terhadap kompentensi dan kesejahteraan guru.
Karena itu, sebutnya, selaku masyarakat Barito Kuala sudah sepatutnya bersyukur dan berterima kasih atas anugerah Dwija Praja Nugraha yang satu-satunya diterima kepala daerah di Kalsel.

Ketua PGRI Batola Rusmin menerangkan, anugerah Dwipa Praja Nugraha diberikan kepada kepala daerah tidak terlepas dari berbagai ketentuan indikator seperti tingginya komitmen dan perhatian yang diberikan terhadap kemajuan dunia pendidikan.
Bentuk perhatian tersebut seperti memberikan semacam layanan, bantuan, serta kebutuhan anggaran yang cukup banyak. Di samping juga peduli terhadap kesejahteraan guru terutama yang non PNS, termasuk fasilitas yang diperlukan.

“Terkait fasilitas ini di Batola kita ada mendapatkan hibah gedung, tanah PGRI, rencana diberikannya mobil operasional PGRI, dan lain-lain,” katanya.
Menyangkut anugerah yang diberikan kepala Bupati Batola, Ketua PGRI Batola itu menerangkan, awalnya PB PGRI Provinsi menawarkan ke setiap daerah setelah itu dilakukan seleksi dan penyaringan untuk diambil yang paling memenuhi standar ketentuan sehingga terpilihlah Kabupaten Batola.

Mengingat, lanjut, setiap provinsi hanya diperbolehnya menyampaikan usulan ke PB PGRI Pusat hanya 1 daerah perwakilan. Sedangkan bagi Provinsi Kalsel diwakili Batola.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Kanal

2 Kecamatan di Batola Mulai Tergenangi Banjir

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Sebanyak dua Kecamatan di Kabupaten Barito Kuala mulai dapat kiriman banjir dari Kabupaten Banjar. Tidak hanya merendam sebagian jalan, banjir dengan ketinggian yang berpariasi juga hampir merendam puluhan rumah di Kecamatan Mandastana.

“Banjar sudah menjalar di dua Kecamatan seperti Mandastana dan Kecamatan Jejangkit, tingginya curah hujan yang turun di Batola ditambah kiriman air dari Kab. Banjar menjadi penyebabnya,”kata Sumarno Kepala BPBD Batola.

Sementara itu BPBD Batola mencatat banjir di Batola ini sudah ada yang setinggi mata kaki orang dewasa, kendati demikian banjir sendiri dipredikis akan semakin meningkat dalam beberapa pekan kedepan.

“Puncak hujan terjadi pada rabu malam kemarin, namun demikian warga masih bertahan dirumah sembari berharap bajir segera surut,”katanya.



BPBD Batola juga sudah mendirikan posko pengungsian yang berlokasi di tikungan S Kecamatan Mandastana, yang mana di Posko ini, sudah mulai menerima berbagai kebutuhan bantuan yang dikirimkan oleh para relawan.(kanalkalimantan.com/rdy)

 

Reporter : rdy
Editor : rdy

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Bocah Penderita Jantung Bocor Asal Tabunganen Akan di Operasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN– Fitria Afizza (5), bocah dari Kecamayan Tabunganen Barito Kuala, akhirnya memiliki kesempatan menjalani operasi jantung bocor.
Puteri kedua dari pasangan Muhammad Nanda (41) dan Martini (36) ini mengalami jantung bocor bawaan. Namun baru diketahui setelah bocah kelahiran 16 Juli 2015 itu berusia 2 tahun.

“Ketahuan terdapat kelainan pasca berperiksa di RS Sari Mulia, dilanjutkan ke RSUD Ulin. Tidak dilakukan perawatan intensif, karena semua dokter menganjurkan operasi,” papar Muhammad, Jumat (27/11/2020).
Setelah dianjurkan menjalani operasi, Fitria tak pernah lagi dibawa ke rumah sakit. Kendala biaya menjadi faktor utama, kendati Muhammad sekeluarga sudah terdaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan.

“Kami sedih melihat Fitria yang kadang-kadang kesulitan bernapas. Kemudian badan dan kuku-kuku membiru, terutama kalau kedinginan,” lirih Muhammad.
Sekarang dalam usia 5 tahun, kondisi Fitria sedikit lebih baik. Setidaknya selama setengah tahun terakhir, sudah bisa bermain-main di rumah dan bahkan bersekolah di TK/Paud.

“Tapi kalau sedang drop, Fitria seperti mau pingsan. Sementara pembengkakan kuku-kuku jari bertambah besar dan membiru,” jelas Muhammad.
Penderitaan Fitria sudah direspon Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, melalui Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.
Beberapa bantuan pun sudah diberikan, di antaranya pelunasan tunggakan BPJS selama 7 bulan. Selanjutnya status mereka dalam proses migrasi dari peserta mandiri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI).



“Kami memang menunggak 7 bulan, karena tak lagi mampu membayar iuran BPJS. Penghasilan sebagai petani dan kios kecil-kecilan belum mencukupi,” beber Muhammad.
“Alhamdulillah Bupati berkenan melunasi tunggakan tersebut. Sebelumnya akibat tunggakan iuran, kami tidak bisa lagi membawa Fitria ke rumah sakit,” sambungnya.

Setelah tunggakan dilunasi, Fitria akhirnya kembali diperiksa di RS Ulin. Dijadwalkan dalam beberapa hari kedepan, bocah berambut sebahu ini menjalani echocardiography.
“Seandainya hasil echocardiography mengharuskan Fitria menjalani operasi di Jakarta, kami siap membantu hingga sembuh,” sahut Hery Sasmita, Sekretaris Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola.

Selain dari Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola, kondisi Fitria juga mengundang simpati warga Tabunganen. Atas inisiatif salah seorang warga, mereka mulai menggalang donasi.
Setiap bantuan diarahkan ke nomor rekening BRI 453201014395537 milik Muhammad. Nomor rekening itu lantas disebarkan ke sejumlah WhatsApp Group dan media sosial lain.

Sama seperti kasus Aliqa Azzahra yang mengalami jantung bocor bawaan, Fitria berkemungkinan dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->