Blunder Sumbangan Rp 1,5 Juta SMAN 2 Martapura - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Blunder Sumbangan Rp 1,5 Juta SMAN 2 Martapura

Diterbitkan

pada

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

MARTAPURA – Surat edaran Komite SMAN 2 Martapura perihal sumbangan sukarela bagi orangtua siswa berbuntut protes. Sejumlah wali murid dan orangtua siswa menganggap sumbangan dengan patokan minimal Rp 1,5 juta hingga Rp1,8 juta sebagai kategori pungutan. Kabid SMA Dinas Pendidikan dan Budaya Kalsel pun mengamini!

Dari surat edaran bernomor 01/ KS-SMAN2MTP yang berhasil didapat kanalkalimantan.com,  terdapat sembilan poin hasil kesepakatan komite dengan orangtua murid yang dibahas pada rapat tertanggal 10 Agustus 2017.

Dalam surat tersebut disebutkan sumbangan sukarela itu bertujuan meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Dimana pada tahun ajaran 2017/2018 besarnya biaya operasional dana komite sekolah mencapai Rp 976.500.000. Dan sebagai salah satu cara mencukupi, maka ditetapkanlah sumbangan dengan besaran tersebut bagi orang tua yang siswanya tidak mendapatkan subsidi. (Lihat surat edaran pada gambar, red).

Salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya menuturkan, praktek yang dilakukan komite sudah mengarah pada pungutan. Sebab telah menatapkan biaya minimum antara Rp1,5 sampai Rp 1,8 juta.

“Dimana-mana yang namanya sumbangan sukarela pasti terserah si pemberi. Ini aneh. Misalnya saja, kita lihat orang minta sumbangan di pinggir jalan untuk kepentingan pembangunan masjid, ada nggak di sana tertulis minimal Rp 10 ribu. Kan nggak ada! Kalau seperti ini sih walaupun pungutan sudah dihilangkan, akan tetapi masih seperti pungutan kalau begini caranya,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga heran dengan besaran pengeluaran yang mencapai Rp 976.500.000. Sebab pihak Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Budaya Kalsel sudah memberikan bantuan berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Masih ditambah lagi dengan pembangunan sarana yang diberikan langsung pemerintah.

“Seperti yang diucapkan anak saya, pihak sekolah mendapatkan bantuan pengadaan layar proyektor dari pemprov. Bantuan itu di luar dana bos,” ujarnya.

Terkait hal ini, Ketua Komite SMA 2 Negeri  Martapura, Ir. Bahran Ajimni saat dikonfirmasi  membantah jika surat edaran tersebut sebagai bentuk pungutan. Nilai sumbangan sebesar itu, kata dia, pada dasarnya tidak begitu mutlak. Seandainya ada orang tua murid yang membayar di bawah nilai yang telah disepakati, tidak apa-apa.

“Kemarin ada orang tua murid yang membayar cuma Rp 5 ribu, jadi angka Rp 1,5 juta itu bukan patokan sumbangan yang wajib dibayar,” tegasnya.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan