Birokrasi Ribet, Warga Inginkan Pemekaran - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Birokrasi Ribet, Warga Inginkan Pemekaran

Diterbitkan

pada

SUNGAI TABUK- Ribetnya birokrasi dalam pengurusan kartu identitas maupun kartu keluarga di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banjar, dikeluhkan warga yang jauh dari pusat kota Martapura.

Seperti halnya warga Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk merasa harus bolak-balik hanya untuk mengurus berkas. Kepala Desa Lok Baintan, Sapriansyah mengatakan, urusan birokrasi dalam hal perbaikan KK (Kartu Keluarga) sangatlah ribet dan berbelit.

Betapa tidak, untuk mengurus perbaikan KK dia harus mengurus ke Disdukcapil. Namun saat mencetak perbaikannya diserahkan ke pihak Kecamatan. Kemudian kartu perbaikan yang sudah didapat, kembali dibawa ke Disdukcapil untuk ditanda tangani oleh Kepala Dinas. “Iya kalau kepala dinasnya ada di tempat, seandainya tidak ada, bakalan harus kembali lagi kan esok,” keluhnya.

Selain itu jarak tempuh yang jauh juga menjadi kendala yang memberatkan. Mengingat Desa Lok Baintan yang berjarak tempuh kurang lebih 1 jam menuju Martapura. “Saya sih tidak masalah, tapi masyarakat saya yang mengeluh. Coba seandainya masyarakat Aluh-Aluh yang merasakan hal ini, pastilah sangat kecewa ketika datang jauh-jauh tapi tidak mendapatkan hasil yang diinginkan. Belum bensin, belum makan minum di jalan,” jelas pria yang kerap disapa Sapri.

Dia mengaku, para kepala desa di Kecamatan Aluh-Aluh juga mengeluhkan masalah ini. Keluhan yang terdengar ke telinga pria asli kelahiran Desa Tambak Anyar itu, sering kali lama waktu pengurusan. “Kata para kepala desa lain, hanya mengurus perbaikan itu saja, pastilah memerlukan waktu 3 sampai 4 hari,” ungkapnya.

Lelaki yang juga menjadi tim pemekaran Gambut Raya itu menginginkan, poroses birokrasi di kabupaten banjar ini bisa secepatnya diperbaiki dan dibenahi. Baik kebijakannya maupun sistemnya. “Kita sebagai pelayan masyarakat seharusnya mengutamakan kenyamanan dan mengedepankan kemudahan, jangan seperti ini ribet,” tukasnya.

Jika seandainya birokrasi yang berbelit itu tak kunjung dipecahkan, wacana pemekaran Kabupaten Gambut Raya menjadi harapan terakhir untuk enam kecamatan seperti Sungai Tabuk, Gambut, Kertak Hanyar, Beruntung Baru, Tatah Makmur dan Aluh-Aluh.

“Sebab jika wacana tersebut terealisasi, otomatis kantor pemerintahan lebih dekat dibanding di Martapura,” tegasnya.

 

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan