Angka Kematian Bayi Masih Tinggi - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kabupaten Banjar

Angka Kematian Bayi Masih Tinggi

Diterbitkan

pada

MARTAPURA – Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan di Kabupaten Banjar masih tinggi. Hingga Juni 2017 tercatat ada 31 bayi dan lima ibu meninggal dunia saat proses persalinan. Kendati demikian jumlah kematian bayi tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 56 bayi meninggal.

Kepala Dinkes Kabupaten Banjar, Ikhwansyah mengatakan, empat penyebab umum terjadinya kematian bayi dan ibu saat melahirkan disebabkan ‘4 Ter’. “Yakni terlalu sering, terlalu banyak, terlalu muda, dan terlalu tua. 4 Ter ini yang menjadi penyebab utama kematian bayi dan ibu saat melahirkan. Ada ‘Ter’ satu lagi yang terkadang menyebabkan kematian, yaitu terlambat membawa ke pusat pelayanan kesehataan,” ujar Ikhwansyah, Senin (4/9/17).

Didampingi Kepala Seksi (Kasi) Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Sarinah, pemerintah terus berupaya menekan angka kematian bayi dan ibu hingga nol persen. Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya, proses persalinan wajib dilakukan di pusat pelayanan kesehatan dan ditangani dua bidan. Satu bidan menangani bayi, satu lainnya mengurus ibunya.

“Dan bagi yang akan melahirkan dengan risiko saat melahirkan, harus segera dirujuk ke rumah sakit. Karena saat ini di masing-masing bidan telah ada yang namanya kantong persalinan yang berisi informasi data ibu hamil beserta kondisi kehamilan,” kata Sarinah.

Kendati demikian, proses persalinan juga tidak serta merta menyingkirkan keberadaan dukun beranak yang sampai saat ini masih dinilai sebagai keraifan lokal dalam proses persalinan. “Maka bidan di desa harus bermitra dengan para dukun beranak dengan melibatkannya dalam proses persalinan.”

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan