Andri Rindukan Kehadiran Penyuluh - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kab. Barito Kuala

Andri Rindukan Kehadiran Penyuluh

Diterbitkan

pada

RANTAU BADAUH – Hal yang tak biasa yang terjadi di tepi jalan Desa Sungai Pantai Kecamatan Rantau Badauh. Tampak beberapa Petani menjemur Gabah yang mereka panen di depan halaman rumah.

Jurnalis Koran Banjar mendapati salah seorang petani beberapa yang sedang menjembur gabahnya di halaman rumah. Adalah Andri (40) mengatakan, hasil sawah nya 60 borongan dengan luas 2 hektar untuk jenis siam kuning.

Ia mengatakan panen tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Mengingat panen tahun lalu lebih banyak gabahnya diserang hama walang sangit yang tidak bisa diantisipasi ketika sudah terserang. Sedangkan untuk penjualan, katanya, ia akan menjual menjelang masa tanam karena biayanya biasanya digunakan untuk tanam kembali.

Andri mengaku, sementara ini hanya mendapatkan ilmu pertanian otodidak saja. Ketika menghadapi kesulitan di lapangan seperti antisipasi atau pengendalian hama, ia menyayangkan para penyuluh yang tidak datang untuk memberikan pencerahan ke daerahnya.

Sampai sekarang tidak ada sama sekali pemberian penyuluhan di Kecamatan Rantau Badauh. Seharusnya dari PPL turun ke lapangan untuk pembinaan terhadap semua petani. Sehingga masalah-masalah yang dihadapi setidaknya bisa diantisipasi,” tuturnya Andri | Petani

Dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala Kepala Distan TPH Batola Ir Zulkifli Yadi Noor mengatakan, bisa saja penyuluh pertanian tidak berada di lokasi tapi berada di balai penyuluhan.

Menurutnya, secara mekanisme kerja mereka harus datang kelapangan sehinga mengetahui permasalah yang dihadapi petani. “Bisa jadi penyuluh yang tidak datang ke sana bisa juga tidak terlayani, artinya penyuluh ada saja tapi ada beberapa yang tidak terlayani secara keseluruhan,” jelasnya.

Mengingat banyaknya permasalahan yang dihadapi petani dalam urusan pertanian, pihak dinas telah meluncurkan program RACAP “Reaksi Cepat Urusan Pertanian” termasuk persoalan aduan penyuluh yang tidak melayani, serta masalah petani langsung bisa cepat diatasi oleh penyuluh.

Menurutnya, selama ini bukan tidak ditangani, hanya saja terkesan lamban dan tidak terorganisir dengan baik. Itu lah salah satu penyebab yang melatarbelakangi dibentuknya program Racap.

“Jadi begitu petani melaporkan masalahnya melalui sms di Call Center akan langsung ditanggapi. Kami menargetkan akan direspon sekitar 2-3 jam sudah bisa teratasi masalah-masalah pertanian yang dihadapi petani,” katanya.

Ia harapkan dengan adanya program tersebut sedikitnya bisa membantu memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat. Terkhusus sejumlah persoalan para petani agar terorganisir lebih baik lagi.

Sedangkan masalah kehadiran penyuluh di Desa Sungai Pantai, Kecamatan Rantau Badauh, pihak Dinas Pertanian bersama peyuluh wilayah binaan akan memverifikasi ke petani sekaligus perkenalan penyuluh dengan petani agar sesegera mungkin disikapi. (Yahya Godzali)

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan