Anak Indonesia Jangan Takut Bermimpi - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kota Banjarmasin

Anak Indonesia Jangan Takut Bermimpi

Diterbitkan

pada

BANJARMASIN,  Kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Banjarmasin, Kalsel Jumat (15/9) diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Pembukaan Festival Anak Saleh (FASI) X Tingkat Nasional di pelataran belakang Masjid Sabilal Muhtadin menjadi agenda utama presiden di Bumi Lambung Mangkurat.

Diiringi sorak-sorai anak-anak yang hadir dari se-antero negeri, Presiden Jokowi yang datang mengenakan sarung, berpeci hitam dengan setelan jas warna senada menyampaikan sejumlah wejangannya untuk para peserta.

“Jangan takut bermimpi dan bercita-cita yang tinggi. Ada yang mau menjadi ustadz/ustadzah?, menjadi guru?, menjadi pengusaha?,menjadi menteri?, atau menjadi presiden?,” tanya Jokowi kepada saat menyampaikan sambutannya yang dijawab dengan sorakan dan acung tangan para peserta.

Jokowi berpesan agar anak Indonesia terus bercita cita tinggi

Rampung menyampaikan sambutan, didampingi Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan sejumlah pengurus Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) pusat dan daerah, dilakukan pemukulan bedug sebagai tanda dimulainya ajang lomba antar santri TK/TP Al Quran se-Indonesia yang diagendakan berlangsung selama dua hari.

Selain membuka FASI X Tingkat Nasional yang baru pertamakalinya diselenggarakan di luar pulau Jawa ini, agenda lain juga diselenggarakan. Yakni penyerahan simbolis Kartu Indonesia Pintar dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Balaikota Banjarmasin sore harinya.

Didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir  Effendy dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa,  presiden menyerahkan secara simbolis 1.585 KIP  dengan variasi nominal, Rp450 untuk SD, Rp750 ribu SMP, dan Rp1 juta untuk SMP. Total siswa penerima KIP di Kalsel sendiri sebanyak 22.600 siswa.

Pada kesempatan yang sama, presiden juga menyerahkan PKH untuk 1.002 orang dengan nominal sebesar Rp1.850.000. Baik KIP maupun PKH bisa diambil secara tunai melalui bank atau ATM per tiga bulan sekali dengan besaran maksimal pengambilan Rp500 ribu.

Jokowi berharap, dana bantuan yang disalurkan dalam bentuk KIP dan PKH diperuntukan untuk keperluan sekolah guna menunjang proses belajar anak-anak. Semisal membeli baju dan sekolah. Bukan untuk keperluan lain. “Apalagi dipinjamkan kepada suami untuk  beli rokok,” ujarnya.

Orang nomor satu di republik ini mewanti, penggunaan uang dalam KIP dan PKH akan selalu diawasi. Dan jika ada terbukti ada penyalahgunaan penggunaan, KIP dan PKH akan dicabut.***

 

 

 

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan