Connect with us

Pilkada Banjarbaru

Aditya-Wartono “Juara”, Ini yang Dilakukan Relawan

Diterbitkan

pada

Relawan Aditya-Wartono menggunduli rambutnya. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Hasil penghitungan suara real count sementara KPU Banjarbaru menempatkan Paslon nomor urut 2 Aditya Mufti Ariffin-Wartono unggul pada ajang Pilkada 2020 di Kota Banjarbaru.

Meskipun belum menjadi keputusan resmi akhir yang disampaikan KPU Banjarbaru. Namun beberapa relawan pendukung paslon berjargon “Banjarbaru Juara” menyambut kabar kemenangan itu.

Cara unik dilakukan relawan pendukung menyambut keunggulan duet Aditya-Wartono. Seperti halnya yang dilakukan Mandra (45), warga Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara.

Ia memangkas rambutnya hingga plontos dan mengukir angka 2 yang merupakan nomor urut paslon Aditya-Wartono pada belakang batok kepalanya.
Tak sendiri, Mandra juga mengungkapkan bahwa temannya Ketang, warga Landasan Ulin juga ikut melakukan hal yang sama.




“Tadi malam (Rabu, 9 Desember 2020), sewaktu hasil hitung sementara keluar saya langsung potong rambut. Teman saya juga demikiran, ini bentuk kegembiraan dan rasa syukur kami atas terpilihnya pak Aditya dan pak Wartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru,” ungkapnya, Kamis (10/12/2020).
Mandra menggunduli rambutnya itu sudah menjadi janjinya sejak lama. Ia meyakini paslon yang didukungnya tersebut pantas memimpin kota berjuluk Idaman.
“Kalau pak Aditya dan pak Wartono terpilih, saya akan gundul. Sekarang terbukti menang juara,” akunya bahagia.

Disinggung ihwal mengapa begitu mendukung Aditya -Wartono, Mandra memiliki alasan khusus. Baginya yang merupakan pemain sepak bola, Banjarbaru memerlukan sosok pemimpin yang mampu memajukan dunia olahraga.
Mandra menilai persepakbolaan di Banjarbaru tak menunjukan perkembangan. Bahkan, sampai saat ini belum ada satupun klub sepak bola dari Banjarbaru berlaga di kompetisi nasional.

“Pak Aditya dan pak Wartono janji memajukan sepak bola di Banjarbaru. Insyaallah, akan terbentuk klub bernama Banjarbaru United,” katanya.
Meskipun Aditya-Wartono belum resmi diumumkan sebagai paslon terpilih Pilkada Banjarbaru. Hasil quick count melalui metode rekapitulasi elektronik (e-rekap) milik KPU RI, menempatkan paslon nomor urut 2 sebagai kandidat yang paling unggul dalam perolehan suara sementara di Pilkada Banjarbaru.

Berdasarkan data Kamis (10/12/2020) pukul 09.27 Wita, duet Aditya-Wartono unggul sementara dengan raihan suara 38,3 persen.
Disusul paslon nomor urut 3 Haji Martinus-Darmawan Jaya Setiawan dengan perolehan suara 31,8 persen. Sementara di posisi paling buncit, paslon nomor urut 1 Gusti Iskandar Sukma Almasyah-AR Iwansyah meraih suara 29,9 persen.

Penghitungan ini berdasarkan rekapitulasi surat suara di 160 TPS dari total 556 yang ada di kota Banjarbaru. Jika dipersentasikan, artinya kini progres penghitungan tengah berjalan 27,78 persen. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pilkada Banjarbaru

Langkah Aditya Pijak Balai Kota Banjarbaru (6-Habis): Menangi Pilkada, Genggam Tahta Kota Idaman

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aditya-Wartono memenangkan kontestasi Pilkada Banjarbaru Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masa kampanye selama hampir dua setengah bulan dinyatakan berakhir, 5 Desember 2020. Tahapan lanjutan, ialah masa tenang, berlangsung 3 hari setelahnya.

Selama masa tenang ini, seluruh kegiatan kampanye wajib ditiadakan. Termasuk juga, gencatan senjata di udara dengan pencopotan kampanye spanduk dan baleho para paslon. Seluruh pihak berhak menghirup udara segar dari panasnya suhu politik di kota Banjarbaru.

Hari yang dinantikan pun tiba, Rabu, 9 Desember 2020. Sebanyak 556 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Banjarbaru telah siap menyambut para pemilih. Pesta demokrasi dimulai.

Jari bertinta menandakan bahwa hak pilih telah digunakan. Tak terkecuali, setiap paslon juga turut mencoblos di TPS. Proses ini berlangsung dari pagi hingga siang hari.



 

Mendekati pukul 15.30 Wita, di posko kemenangan paslon telah memulai hitung cepat. Mekanisme penghimpunan data dukungan suara, berdasarkan laporan para saksi di sejumlah TPS.

Hasil hitung cepat memang bukan menjadi pokok utama dalam menentukan kemenangan paslon. Namun dengan mengantongi data tersebut, kontestan Pilkada setidaknya sudah bisa memprediksi hasil akhir jumlah dukungan suara yang didapat.

Menjelang Rabu malam, kabar samar berhembus ke permukaan. Di tengah proses penghitungan surat suara yang sedang berjalan, paslon nomor urut 2, Aditya – Wartono dikabarkan telah memenangkan pemilihan.

Hasil penghitungan internal di Posko Kemenangan Aditya – Wartono, Jalan Palam Asri, Kelurahan Komet, Banjarbaru, mencatatkan 42.275 suara atau 39,34 persen atas keunggulan sang paslon.

Sementara, paslon nomor urut 1 Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah memperoleh dukungan 33.966 suara atau 30,88 persen. Lalu, untuk paslon nomor urut 3, Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan, memperoleh dukungan 32.766 suara atau 27,79 persen.

Euforia pecah. Gelora kemenangan para relawan dan simpatisan tak terbendung. Keyakinan mereka terhadap duet Aditya-Wartono yang notabenenya penantang di kontestasi Pilkada Banjarbaru, mendekati kenyataan.

Namun di malam itu, calon Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono memberikan instruksi agar tetap menunggu hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU Banjarbaru. “Kami harapkan kepada semua tim, untuk menunggu hasil resmi tahapan dari KPU. Kita tetap menghormati aturan. Data yang kita ketahui malam hanyalah sebagai kunci untuk membandingkan,” pintanya.

Sepekan kemudian, 16 Desember 2020, KPU Banjarbaru telah merampungkan rapat pleno hasil rekapitulasi perhitungan surat suara ketiga paslon. Hasilnya, paslon nomor urut 2 Aditya Mufti Ariffin – Wartono dinyatakan unggul dengan perolehan dukungan sebanyak 43.397 suara.

Disusul paslon nomor urut 1 Gusti Iskandar Sukma Alamsyah – AR Iwansyah dengan perolehan 34.117 suara. Sedangkan di posisi buncit, paslon nomor urut 3 Haji Martinus – Darmawan Jaya Setiawan.

Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa hasil tersebut berdasarkan rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan. Dalam proses ini, Bawaslu serta para saksi paslon turut menyaksikan secara langsung proses rekapitulasi tersebut. “Hasilnya hampir sama persis dengan penghitungan suara melalui mekanisme Sirekap. Tidak jauh berbeda,” ujarnya.

Hasil tersebut semakin membuka lebar pintu Balai Kota Banjarbaru dalam menyambut kedatangan sosok pemimpin baru. Dan kini, Aditya dan Wartono hanya tinggal menunggu penetapan dari KPU, sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru terpilih, periode 2021-2024. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pilkada Banjarbaru

Langkah Aditya Pijak Balai Kota Banjarbaru (5): Terpapar Covid, hingga Absen di Debat akibat Kelelahan Kronis

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Aditya sempat tak ikuti debat Pilkada Banjarbaru karena kelelahan. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tiba waktunya para kandidat bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dilaksanakan selama 3 hari, tepatnya dari tanggal 4 – 6 September 2020.

Berbagai gaya dan atraksi menarik ditampilkan tiga kandidat pasangan saat melenggang ke kantor KPU Banjarbaru, di Jalan Trikora. Ada yang menggelar pentas drama hingga “road show” menggunakan skuter matic.

Namun lebih dari itu, sorotan utama justru lagi-lagi mengarah kepada duet Aditya-Wartono yang mendaftar di hari terakhir. Pada momentum penting itu, Aditya tak hadir menyisakan banyak pertanyaan.

Walhasil, hanya Wartono yang mengantar berkas syarat pendaftaran dengan didampingi para elit politik partai koalisi pendukung. KPU sendiri nyatanya tak mempermasalahkan hal itu dan menerima berkas pendaftaran yang sudah dilampirkan.



 

Tak berselang lama, kabar mengejutkan itu pun muncul. Alasan absennya Aditya ternyata karena dirinya dinyatakan terinfeksi Covid-19. Baru diketahui juga bahwa saat itu, Aditya sedang menjalani isolasi di rumahnya, di Jakarta.

“Kondisi Aditya sekarang masih dalam tahap pemulihan. Masih menjalani karantina mandiri sehingga belum bisa kembali ke Banjarbaru,” ujar Ketua Tim Pemenangan, Subakhi, usai mendampingi Wartono mendaftar di KPU.

Pada 16 September 2020, Aditya tiba di Banjarbaru dengan kondisi bugar dan dinyatakan sembuh dari paparan virus corona. Kedatangannya yang disambut Wartono di Bandara Internasional Syamsudin Noor, secepat kilat mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu tahapan dalam pendaftaran pencalonan Pilkada.

“Alhamdulillah, saya sudah dinyatakan sembuh dan saat ini siap melanjutkan tahapan pencalonan Pilkada Banjarbaru. Hari ini, pak Wartono menjemput saya di bandara. Ini menandakan bahwa komunikasi kami selama ini berjalan dengan baik,” terang Aditya.

Seluruh proses pendaftaran telah selesai. Ketiga kandidat telah dinyatakan memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Di akhir September, ketiga paslon mengambil nomor urut pencalonan yang akan terus mendampingi mereka hingga hari pencoblosan 9 Desember. Pada momen itu pula, ketiga paslon untuk pertama kalinya bertemu tatap muka.

Hasil pengambilan undian, duet Aditya – Wartono dinyatakan sebagai paslon dengan nomor urut 2. Duet Iskandar – Iwansyah, paslon nomor urut 1. Sementara, Martinus – Jaya sebagai paslon dengan nomor urut 3.

Selang dua hari penarikan nomor urut, masa kampanye Piklada Banjarbaru resmi dimulai! Gerilya ketiga paslon dalam mengokohkan lumbung suara pendukung, kini diuji. Selama berlangsungnya masa kampanye sampai batas akhir 5 Desember, KPU menjadwalkan tiga gelaran debat publik antar sesama paslon.

Pelaksanaan debat ini menjadi kesempatan emas untuk memaparkan visi misi dan program unggulan setiap paslon kepada publik Banjarbaru.

Kendati demikian, kesempatan itu justru menjadi anti-klimaks di kubu paslon Aditya – Wartono. Gelaran debat perdana, Aditya lagi-lagi absen lantaran kondisi tubuhnya yang menurun secara drastis.

Kanalkalimantan.com berkesempatan melihat secara langsung kondisi Aditya di kediamannya, yang berada di Jalan Garuda, Kelurahan Komet, Banjarbaru. Dengan wajah masih pucat dan tangan diinfus, Aditya pun buka suara.

Diakui Aditya bahwa kondisinya itu telah dialami sejak dua pekan terakhir. Kelelahan atas padatnya agenda kegiatan kampanye yang selama ini dijalani, menjadi faktor utama yang diklaim pihak medis.

“Kelelahan kronis dan memang sudah dari dua minggu yang lalu diminta dokter untuk istirahat. Tapi karena jadwal cukup padat, akhirnya tidak sempat,” ujarnya.

Aditya sendiri sebenarnya telah menghadiri proses geladi acara debat , sore harinya. Hadir didampingi sang istri, Vivi Zubedi, di saat itu dia mulai mengalami gejala mual hingga muntah. “Kejadian ini tidak diinginkan. Untuk sementara saya akan fokus beristirahat dulu. Mudahan beberapa hari lagi bisa pulih dan bisa kembali mengikuti rangkaian kegiatan Pilkada,” imbuhnya.

Panggung debat publik Pilkada Banjarbaru akhirnya bisa dirasakan secara langsung oleh Aditya di debat bertajuk “Pamungkas”, 4 Desember 2020. Tepat, satu hari sebelum berakhirnya masa kampanye. (Kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->