8 Bulan RSUD Ratu Zalecha Tanpa Pimpinan - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

8 Bulan RSUD Ratu Zalecha Tanpa Pimpinan

Diterbitkan

pada

MARTAPURA – Lebih delapan bulan semenjak digesernya Drg. Yasna Khairina dari posisi Direktur RSUD Ratu Zalecha, kursi pimpinan rumah sakit terbesar di Kabupaten Banjar itu hingga kini belum terisi. Kekosongan yang dibiarkan berlarut, akan berdampak pada aspek pelayanan kesehatan masyarakat. Sampai kapan Pemkab membiarkan?

Jumat, 30 Desember 2016 lalu, Khairina resmi meninggalkan jabatannya. Ia dipindah posisi sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah. Sementara kursi kosong yang ditinggalkannya diisi pelaksana tugas (Plt) Eko Subiyanto, yang semula menjabat Wakil Direktur Pelayanan.

Namun, roda organisasi di tubuh RSUD Ratu Zalecha seperti berhenti hingga tanggal tersebut. Kenyataannya setelah hampir sembilan bulan, direktur definitif belum juga ditetapkan oleh Bupati Banjar. Padahal kewenangan Plt tetap terbatas sehingga tak bisa membuat kebijakan mendasar bagi pengembangan rumah sakit.

Lamanya penetapan pejabat baru ini, membuat geregetan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Khairuddin. Dia meminta jabatan direktur divinitif segera ditetapkan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan.

“Pemkab sebaiknya segera mendefinitifkan Direktur RSUD Ratu Zalecha, agar pelayanan publik tidak terhambat,” tegasnya.

Menurut Khairuddin, jabatan direktur tak bisa dianggap remeh. Mengingat kedudukannya sangat penting dalam hal pelayanan di rumah sakit. Apalagi RSUD Ratu Zalecha merupakan instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, tak mempermasalahkan siapapun yang ditunjuk sebagai Direktur RSUD Zalecha nantinya. Asalkan memang memiliki kompetensi dan kelayakan menjalankan manajemen rumah sakit plat merah tersebut.

“Tapi sebaiknya segera diputuskan karena fungsi Direktur RSUD tak bisa digantikan oleh Plt,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Mada Teruna, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Banjar mengatakan, keputusan melantik atau mem-Pltkan jabatan di lingkup Pemkab, termasuk Direktur RSUD Ratu Zalecha yang termasuk eselon II sepenuhnya ada di tangan Bupati Banjar.

“Alasan mengapa jabatan Direktur RSUD Ratu Zalecha sampai saat ini dijabat Plt, akan lebih tepat jika ditanyakan langsung kepada bapak Bupati,” ujar Mada yang dihubungi kanalkalimantan.com via telepon, Sabtu (9/917).

Made menduga, keputusan belum mendefinitifkan jabatan Direktur RSUD Ratu Zalecha lantaran menunggu seleksi terbuka belum lama ini rampung dilaksanakan dan menghasilkan tiga nama untuk diajukan pada Bupati Banjar.

“Hasil seleksi terbuka sudah ada tiga nama yang diajukan sebagai rekomendasi kepada Bupati Banjar. Namun siapa yang akan dilantik nantinya, itu menjadi kewenangan penuh bupati,” kata Mada.***

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan