4 Juta Butir Carnophen di Musnahkan - Kanal Kalimantan
Connect with us

Hukum

4 Juta Butir Carnophen di Musnahkan

Diterbitkan

pada

BANJARBARU – Menyikapi musim kemarau yang kerap menimbulkan kabut asap di berbagai daerah Kalimantan Selatan, pihak Kepolisisan daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah melangsungkan rapat koordinasi Lintas Sektoral, dalam rangka Kesiapan Penangulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2017 di Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, sekaligus pemusnahan barang bukti narkoba.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Kapolda dan Danrem. Petinggi-petinggi daerah kabupaten kota seperti seluruh Kapolres Polda kalsel dan Walikota Banjarbaru juga turut hadir dalam acara tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Rachmat Mulyana, untuk mencegah terjadinya kahutla tahun 2017 ini, pihaknya bersama BPBD sudah melakukan persiapan-persiapan seperti deteksi dini, bahkan persiapan penegakan hukum.

“Dengan persiapan-persiapan tersebut mudah-mudahan karhutla yang tejadi diaerah kita bisa diminimalisir, mengingat di daerah kita ini terdapat 114 spot yang rawan akan terjadi Kahutla,” jelasnya seusai rapat koordinasi, selasa (15/8).

Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, kegiatan yang dimulai dari jam 09.00 itu tidak hanya berakhir pada Rakor saja, tapi juga sekaligus Pemusnahan Barang Bukti Narkoba hasil sitaan Polri dan BNNP.
Terlihat barang-barang hasil sitaan seperti gorila, ganja, sabu-sabu dan zenith (Carnophen) terpampang rapi di atas meja bertaplak warna putih. Tidak hanya itu, para tahan yang berjumlah 16 orang itu juga tampak murung dengan bergol yang menancap pada masing-masing tangan mereka, dan kepala tanpa rambut.

Brigjen Pol Rachmat Mulyana mengatakan, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, seharusnya tidak kriminal semakin sedikit namun hal itu justru sebaliknya.

“Narkoba makin marak saja, baik di daerah lain maupun di daerah kita, walaupun persentase narkotika di wilayah kalimantan Selatan relatif cukup kecil,” cetusnya.

Akan tetapi ujarnya, seperti teori balon ibaratkan di tekan di bagian yang menjadi sorotan pihaknya, malah pada bagian atau tempat yang tidak terduga muncul wilayah yang terjadi operasi narkotika.

Beberapa waktu lalu sambungnya, BNNP berhasil menangkap 2 kilogram lebih jenis sabu, hal itu menyebabkan Kapolri menugaskan pihaknya dan seluruh Polda di Semua Provinsi secara serentak untuk melaksanakan pemusnahan barang bukti agar dapat menuntaskan permasalahan narkotika di seluruh Indonesia.

“Ini jangan hanya sebatas seremonial saja, tapi benar-benar niatkan di dalam hati untuk memberantas narkotika, terutama obat-obat daftar G yang sangat merajalela,” tegasnya.

Dia juga menegaskan, dari 16 tersangka terkumpul barang seperti tembakau gorilla yang berjumlah kurang lebih 1,9 kilogram, daftar G sebanyak 4 juta 80 ribu butir, ekstasi cuma 10 butir dan sabu kurang lebih 1 ons. “Barang-barang itu paling banyak di peroleh di wilayah Banjarmasin,” tegasnya

Dia berharap, dengan adanya Diresnarkoba, harus sudah memiliki gambaran jaringan yang ada relevansinya dengan wilayah Kalimantan Selatan. Dan juga dengan perluasan bangunan bandara, tekhnologi untuk bisa mendeteksi masuknya barang haram itu bisa dengan mudah. Soalnya, lanjutnya untuk bisa mengendus para pengedar dan bandar besar narkoba di Kalsel harus memerlukan IT yang cukup handal.

“Saat ini kan alat yang digunakan di Bandara hanya bisa mendeteksi barang logam saja, terlebih di pelabuhan-pelabuhan kecil rakyat pasti menjadi tempat masuknya barang-barang itu” ujar Rachmat. (mtd)

Bagikan berita ini!
Advertisement
Komentar

Headline

Trending Selama Sepekan