Connect with us

Kalimantan Selatan

15 Tersangka dan 4.717 Tabung LPG 3 Kg Diamankan dalam 11 Bulan

Diterbitkan

pada

Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta didampingi Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Masrur dalam press release pengungkapan kasus tindak pidana khusus, Kamis (12/11/2020). Foto: humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel menyita 4.717 tabung LPG 3 Kg bersubsidi dari 15 kasus yang diungkap periode Januari-November 2020.
Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta didampingi Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Masrur, Wadir Reskrimsus Polda Kalsel AKBP Budi Hermanto, dan Kasubdit V Tipidsiber Dit Reskrimsus Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien dalam press release pengungkapan kasus tindak pidana khusus, Kamis (12/11/2020) pukul 13.00 Wita di Mapolda Kalsel.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta menuturkan, dalam kurun waktu Januari hingga November 2020 sebanyak 15 orang tersangka berhasil diamankan dari 15 kasus yang diungkap jajaran Dit Reskrimsus Polda Kalsel.

Para tersangka itu merupakan pemilik pangkalan, diantaranya dari AB, AR, KA, LH, MA, AR, HA, RA, MK, NO, LS, IG, NO, MI, dan NR.

Selain mengamankan 15 tersangka, sejumlah barang bukti turut disita petugas diantaranya 4 unit mobil pikup, 1 sepeda motor, 1 serobak kayu, LPG 3 Kg bersubsidi (isi) sebanyak 1.419 tabung, LPG 3 Kg bersubsidi (kosong) sebanyak 3.298 tabung, uang tunai Rp 9.650.000, 12 lembar spanduk harga eceran tertinggi (HET), dan 53 bundel log book pangkalan buku penyaluran.



Kapolda Kalsel menjelasakan, modus operandi dari para tersangka pemilik pangkalan yakni dengan menjual LPG 3 Kg sekitar 50 persen sampai dengan 80 persen dari kuota pangkalan ke pengecer dengan harga di atas HET.

“Para tersangka menjual antara harga Rp 18.000 sampai dengan Rp.30.000 per tabung guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Padahal Peraturan Gubernur Kalsel HET per tabung yakni Rp 17.500,” kata Kapolda Kalsel.

Para tersangka ini pun dijerat pasal 62 ayat 1 Jo pasal 10 huruf a UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Jo Perpres RI nomor 71 tahun 2015 tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang penting dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

“Selain itu para pelaku juga dijerat dengan pasal 106 Jo Pasal 24 ayat 1 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan Jo Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 71 tahun 2015 tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar,” sebut Nico Afinta.

Kapolda Kalsel pun menegaskan bahwa jajaran Dit Reskrimsus Polda Kalsel akan terus bekerjasama dengan pihak Pertamina khususnya dalam menjaga HET agar masyarakat dimanapun berada dapat membeli dengan harga yang sama.

“Komitmen dari Pertamina dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat ini pun didukung oleh Polda Kalsel, agar masyarakat bisa mendapatkan harga LPG bersubsidi sesuai HET,” tandas Nico Afinta. (kanalkalimantan.com/rls)

 

Reporter : Rls
Editor : Bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->